PERDOKJASI Fokuskan Pengembangan Kedokteran Asuransi di Indonesia
JAKARTA, investor.id – Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pengembangan ilmu kedokteran asuransi (insurance medicine) di Indonesia. Upaya ini dilakukan demi mendukung keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan nasional.
Ketua Pengurus Pusat PERDOKJASI Wawan Mulyawan menyatakan PERDOKJASI memiliki empat misi strategis untuk mewujudkan sinergi antara dunia medis dan sistem pembiayaan kesehatan.
“Kami berupaya menjembatani kebutuhan medis dengan keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan pasien. Hal ini mencakup pengembangan keilmuan kedokteran asuransi, advokasi kebijakan berbasis bukti, penyusunan standar praktik terbaik, dan perlindungan profesionalisme dokter,” jelas Wawan Mulyawan saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Kerja Perdana PERDOKJASI pada Minggu (19/1/2025) di Gedung R. Soeharto PB IDI, Jakarta Pusat.
Salah satu fokus penting yang dibahas adalah pengembangan program pendidikan formal di bidang kedokteran asuransi. Ketua Dewan Pakar PERDOKJASI Herkutanto dalam kuliah pakarnya menggarisbawahi Indonesia memiliki peluang besar untuk mencetak tenaga profesional di bidang ini.
“Ilmu kedokteran asuransi telah berkembang selama 25 tahun terakhir di berbagai negara, namun di Indonesia masih belum ada pendidikan formal. Potensi ini perlu segera dioptimalkan,” tuturnya. Selain itu, diskusi panel yang dipimpin Ketua Dewan Pengawas PERDOKJASI Misbahul Munir membahas isu terkini pembiayaan jaminan sosial dan perasuransian.
Andi Afdal Abdullah selaku Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan memaparkan pentingnya jaminan sosial sebagai amanat konstitusi yang menjadi salah satu pilar kesejahteraan dan perekonomian bangsa.
“Hingga 2024, sebanyak 98,42% penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN, dengan rata-rata 1,92 juta peserta memanfaatkan layanan setiap harinya. Ini merupakan capaian besar, namun perlu diiringi dengan peningkatan kualitas layanan,” ujar Andi.
Pada diskusi yang sama, praktisi Kedokteran Okupasi Agustina Puspitasari menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja (JKK-PAK).
“Bonus demografi harus dimanfaatkan dengan memastikan tenaga kerja produktif tetap sehat dan terlindungi, menjadi modal mewujudkan cita-cita Indonesia Emas Tahun 2045. PERDOKJASI diharapkan aktif melakukan advokasi kebijakan, sosialisasi, dan pengembangan penelitian terkait JKKPAK,” tukasnya.
Kemudian dari sisi industri, Kepala Departemen Klaim dan Manfaat Asuransi AAJI Dian Budiani juga memberikan pandangan terkait tren asuransi kesehatan di Indonesia. Ia menyebutkan, klaim asuransi kesehatan pada 2024 di industri perasuransian tumbuh signifikan 37,2% menjadi sekitar Rp 20,91 triliun.
“Diperlukan respons strategis melalui pendekatan klinis dengan penguatan ekosistem asuransi kesehatan dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan industri,” ucap Dian.
Melalui rangkaian kegiatan ini, PERDOKJASI menegaskan perannya sebagai motor penggerak sinergi antara profesi medis dan sistem pembiayaan kesehatan yang tepat guna berorientasi pada keilmuan, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan misi strategis yang telah dirumuskan, PERDOKJASI optimis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan nasional.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

