Jumat, 15 Mei 2026

Muhammadiyah Tanggapi Wacana Pembentukan Kementerian Haji

Penulis : Effendi Rusli
24 Feb 2025 | 16:53 WIB
BAGIKAN
Ketua PP Muhammadiyah KH Anwar Abbas
Ketua PP Muhammadiyah KH Anwar Abbas

PEKANBARU, investor.id – DPR tengah menggodok revisi Undang-Undang Haji dan Umrah. Komisi VIII DPR menyoroti perlunya pemisahan tugas antara Kementerian Agama dengan badan khusus yang menangani haji dan umrah. Hal ini agar efektivitas penyelenggaraan haji dan umrah meningkat.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, wacana pembentukan Kementerian Haji dan Umrah melalui revisi Undang-Undang Haji perlu dipertimbangkan. Tujuannya agar penyelenggaraan haji lebih terpadu, profesional, dan efisien.

Menurut Anwar, karena pelaksanaan ibadah haji di negara lain, sebaiknya ditangani oleh sebuah kementerian, tidak sekadar badan.

ADVERTISEMENT

“Supaya dalam lobi-lobi dan silaturrahmi antar negara lebih dihormati dan dihargai. Jadi menurut saya untuk kelancaran komunikasi dan segalanya, badan ini harus ditingkatkan menjadi kementerian," kata Anwar Abbas.

Saat ini, Komisi VIII DPR RI tengah melakukan revisi UU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Ini diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, khususnya perihal pembiayaan dan kuota.

"Sudah saatnya Indonesia punya tempat di Mekkah dan Madinah. Karena selama ini tiap tahun kita melakukan lobi-lobi dan agar lebih mudah untuk mengurus usuran haji dan umroh," tuturnya.

Anwar Abbas mengusulkan agar penyelenggara haji ataupun pemerintah terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan ongkos naik haji yang harus dibayar oleh jemaah.

"Menurut saya, semua beban finansial ibadah haji yang sudah ditetapkan oleh pemerintah itu sepenuhnya menjadi kewajiban dari setiap jemaah, tanpa ada subsidi dari jamaah lain," ungkapnya.

Soal mahalnya biaya perjalanan haji, Anwar meminta pemerintah Arab Saudi agar memat harga sewajarnya. Persoalan naik turunnya ongkos haji tidak hanya di negara kita, tapi juga di negara lain.  Lobi-lobi pemerintah Indonesia dan Arab Saudi menjadi sesuatu yang sangat penting," tandasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 51 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 53 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia