Jumat, 15 Mei 2026

Komisi XII DPR Cecar Direksi Pertamina Patra Niaga Soal Heboh Pertamax

Penulis : Yustinus Patris Paat
26 Feb 2025 | 15:21 WIB
BAGIKAN
Komisi XII DPR menggelar rapat dengan Pertamina Patra Niaga di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2025.
Komisi XII DPR menggelar rapat dengan Pertamina Patra Niaga di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2025.

JAKARTA, investor.id - Sejumlah anggota Komisi XII DPR mencecar Pertamina Patra Niaga soal isu praktik oplos Pertalite menjadi Pertamax, dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) periode 2018-2023. Komisi XII DPR khawatir isu oplos BBM ini bisa membuat kepercayaan publik terhadap Pertamina menurun.

Para anggota Komisi XII DPR pun meminta penjelasan dari Plt Dirut Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra soal dugaan praktik oplos BBM tersebut saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Wakil Ketua Komisi XII DPR Bambang Haryadi meminta Plt Dirut Pertamina Patra Niaga  menjelaskan ke publik soal dugaan oplos BBM sehingga tidak menimbulkan kepanikan. Komisi XII DPR, kata dia, mendukung proses hukum dari kasus korupsi tata kelola minyak mentah yang dibongkar Kejaksaan Agung.

ADVERTISEMENT

"Jangan sampai trust publik (turun) atas kasus hukum yang sedang berproses silahkan saja, kami sangat mendukung penegakan hukum silakan. Tapi, kami ingin publik juga harus tahu bagaimana penentuan RON itu," ujar Bambang.

Menurut Bambang, jika pemalsuan RON itu benar terjadi, maka akan berdampak pada masalah mesin kendaraan.

"Makanya, mungkin dalam waktu yang tidak lama kami akan undang industri-industri mobil. Gaikindo, Astra kaya gitu, kita ingin mendapat penjelasan apakah selama ini pernah ada kendala-kendala di kendaraan tersebut adanya korosi atau sejenisnya ya kan. Sehingga, tidak menjadi satu isu yang liar di masyarakat gitu," jelas Politisi Gerindra tersebut.

Sementara, Anggota Komisi XII DPR F-Golkar Dewi Yustisiana, menyinggung kekhawatiran masyarakat terhadap isu oplos Pertalite menjadi Pertamax. Dewi pun mempertanyakan bagaimana Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas BBM yang dijual kepada masyarakat.

"Bagaimana para pemilik badan usaha SPBU di dalam memastikan dan menjamin semua jenis BBM di SPBU-nya itu sesuai dengan kualitas yang dijanjikan," ungkap Dewi.

Hal senada disampaikan anggota Komisi XII DPR RI F-PKB Ratna Juwita Sari. Dia juga mempertanyakan pihak yang memiliki kewenangan menentukan RON BBM.

"Sebenernya yang berwenang menentukan RON itu siapa? Bagaimana evaluasinya? Jadi per berapa bulan? Per berapa tahun? Supaya publik clear bahwa standar yang dimiliki SPBU yang ada di Indonesia sama," pungkas Ratna.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia