Jumat, 15 Mei 2026

Pengamat Ingatkan Kejagung Fokus Penyidikan Korupsi, Bukan Perdebatan Soal Blending

Penulis : Chandra Adi Nurwidya
3 Mar 2025 | 12:56 WIB
BAGIKAN
SPBU Mobile Pertamina
SPBU Mobile Pertamina

YOGYAKARTA, investor.id – Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Fahmy Radhi, MBA, menegaskan, fokus utama mega korupsi di tubuh Pertamina adalah modus markup impor minyak mentah, impor BBM, serta pengapalan impor tersebut sebagai bentuk perampokan terhadap negara.

Fahmi mengingatakan, agar publik tidak terseret pada perdebatan soal blending. Sebab kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp 193,7 triliun per tahun, selama lima tahun hampir mencapai 1.000 triliun.

Menurutnya, perdebatan yang terjadi antara Kejaksaan Agung dan Pertamina mengenai blending justru dapat berdampak negatif terhadap pasar BBM dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Hal ini berpotensi mendorong migrasi konsumen Pertamax dari SPBU Pertamina ke SPBU asing, serta peralihan dari penggunaan Pertamax (BBM non-subsidi) ke Pertalite (BBM subsidi).

"Kalau migrasi konsumen ini meluas, tidak hanya merugikan Pertamina, juga akan terjadi pembengkakan beban APBN untuk subsidi BBM. Pertamina harus segera menghentikan penyangkalan terhadap temuan Kejaksaan Agung yang justru kontra-produktif," ujar Fahmy dalam keterangan resmi, Senin (3/3/2025).

Fahmy menegaskan, Kejaksaan Agung harus tetap fokus pada penyelidikan dugaan mega korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018-2023.

Kasus ini melibatkan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, serta beberapa direktur utama dan komisaris perusahaan swasta.

Selain itu, Fahmy menekankan pentingnya pembersihan besar-besaran terhadap semua pihak yang terlibat dalam jaringan mafia migas, baik di internal Pertamina maupun di kementerian terkait. Ia juga menyoroti kuatnya dukungan bagi mafia migas yang membuat pemberantasan praktik korupsi semakin sulit.  

"Saat menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyampaikan bahwa dirinya tidak sanggup membubarkan Petral, anak perusahaan Pertamina, yang ditengarai sebagai sarang mafia migas lantaran backing-nya sangat kuat," ungkapnya.

Fahmy mengakui bahwa mengungkap siapa saja yang menjadi backing mafia migas bukanlah hal mudah. Namun, ia menilai bahwa rentang waktu mega korupsi yang berlangsung dari 2018 hingga 2023, tetapi baru terungkap pada awal 2025, bisa menjadi petunjuk penting bagi Kejaksaan Agung untuk menelusuri keberadaan jaringan tersebut.

"Seolah selama 2018-2023 mega korupsi tidak tersentuh sama sekali karena kesaktian backing dan tidak sakti lagi sejak awal 2025. Tanpa operasi besar-besaran terhadap jaringan mafia migas, termasuk menyikat backing-nya, mega korupsi Pertamina pasti terulang lagi," tandasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 57 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 59 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia