Mensos Sebut Ada Seleksi untuk Bisa Masuk Sekolah Rakyat
JAKARTA, investor.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyebut bahwa proses seleksi siswa juga diberlakukan di program sekolah rakyat. Hal itu disampaikannya sebelum memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/3/2025).
Pria yang juga akrab disapa Gus Ipul itu menyampaikan bahwa seleksi siswa awalnya akan ditentukan berdasarkan desil DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Adapun desil dalam hal ini merupakan kelompok -kelompok yang menunjukkan tingkat kesejahteraan rumah tangga. Desil ini terdiri dari empat kelompok (desil 1-4).
Semakin rendah angka desil, maka semakin rendah tingkat kesejahteraan masyarakat secara nasional. Ini juga menjadi salah satu syarat bagi penerima program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
“Pertama tentu (calon siswa) yang berada di desil 1-2,” ungkap Gus Ipul.
Dia bilang, program tersebut juga ditujukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang memiliki minat sekolah yang tinggi. Selain itu, tes akademik turut dilakukan dalam proses seleksi.
“Kemudian yang punya minat sekolah, setelah itu baru ada tes kemampuan akademiknya,” ucap Mensos.
Namun demikian, Gus Ipul belum membeberkan detail dari tes akademik maupun proses seleksi lainnya terkait sekolah rakyat. Menurutnya, Kemensos masih terus mematangkan pelaksanaan sekolah rakyat, termasuk finalisasi anggaran, perekrutan siswa dan guru, kurikulum, serta pengadaan sarana-prasarana bersama kementerian-kementerian terkait.
Selain itu, Kemensos juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden Prabowo untuk pelaksanaan sekolah rakyat. Tetapi, dia memastikan sekolah rakyat dapat dijalankan mulai tahun ajaran 2025-2026. Kemudian, proses pendaftaraan siswa paling cepat dimulai akhir Maret 2025.
“Akhir bulan ini atau bulan depan sudah dimulai (pendaftaran dan seleksi siswa). Kalau nanti memang sudah artinya disetujui oleh Presiden perencanaan kita ini. Semuanya tergantung arahan presiden,” ucap Gus Ipul.
Program sekolah rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo akan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah rakyat ini memiliki konsep boarding school untuk jenjang SD, SMP, SMA sehingga seluruh siswa akan tinggal di asrama.
Melalui program sekolah rakyat, diharapkan berkontribusi atas terciptanya sumber daya manusia yang unggul di Indonesia. Selain itu, program ini diupayakan sebagai solusi agar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa membawa perubahan bagi keluarganya demi keluar dari jurang kemiskinan dan hidup lebih baik.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






