Ketua Panja Revisi UU TNI Bantah Rapat di Hotel Abaikan Semangat Efisiensi
AKARTA, investor.id – Rapat Panitia Kerja (Panja) DPR untuk Revisi UU TNI di hotel Fairmont Jakarta menuai kritikan, bahkan dianggap mencederai semangat efisiensi yang tengah gencar dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto.
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto membantah kritikan tersebut dan menyebut rapat Panja ini merupakan konsinyering untuk fokus membahas pasal demi pasal draf RUU TNI yang akan diubah.
"Ya, kalau itu pendapatmu. Kalau dari dulu coba kamu cek, Undang-Undang Kejaksaan di Hotel Sheraton, Undang-undang Perlindungan Data Pribadi di Intercontinental, kok nggak kamu kritik?" ujar Utut di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (15/3/2025).
Utut mengatakan, rapat Panja di Hotel Fairmont merupakan rapat konsinyering RUU TNI. Karena itu, rapatnya dilakukan secara intensif, fokus, dan bahkan peserta rapat diimbau tak meninggalkan lokasi rapat agar pembahasan RUU TNI bisa tuntas sesuai jadwal.
"Ya kalau di sini kan konsinyering, kamu tahu arti konsinyering? Konsinyering itu dikelompokkan gitu ya," tandas Politisi PDIP tersebut.
Senada dengan itu, Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan penyelenggaraan rapat Panja DPR untuk RUU TNI di Hotel Fairmont, tidak melanggar aturan dan tak mengabaikan prinsip efisiensi anggaran. Indra mengakui DPR juga terkena efisiensi anggaran hingga 50%, tetapi masih memiliki anggaran untuk rapat pembahasan RUU strategis seperti RUU TNI.
"DPR kena efisiensi juga, yang 50% juga kita tetap kena. Tapi kan untuk RUU, RUU strategis segala macam, kita masih punya anggaran yang 50%-nya lagi, dan itu tentu menjadi prioritas kita juga karena RUU ini juga bagian dari target legislasi DPR," jelas Indra.
"Jadi kalau keterkaitan dengan penghematan, ini kita masih punya anggaran cadangan dari yang 50 persen dengan sangat hati-hati, tentu kita menghitung RUU apalagi yang harus diselesaikan dengan format konsinyering gitu," kata Indra menambahkan.
Indra mengatakan, pihaknya harus menyediakan tempat istirahat untuk semua anggota Panja DPR karena rapat dengan format konsinyering harus cepat, intensif dan fokus. Karena itu, kata dia, rapat pembahasan revisi UU TNI bisa berlangsung hingga dini hari dan dilanjutkan lagi pada pagi hari berikutnya.
"Iya, semua tetap disiapkan juga untuk tempat istirahatnya, karena kan tentu selesainya kan nggak bisa ditentukan, ini kadang-kadang dini hari baru selesai, dini hari harus break dulu, harus istirahat," tutur dia.
Lebih lanjut, Indra mengatakan, rapat di hotel tidak melanggar aturan karena Tatib DPR membolehkan rapat di luar gedung DPR. Pihaknya juga memilih Hotel Fairmont setalah melakukan penjajakan di sejumlah hotel di Jakarta.
"Ada 5-6 tempat yang sudah dijajaki, tapi yang available ya cuma ini (hotel Fairmont) dan pertimbangannya tentu karena pertimbangan ada government rate yang SBM-nya (Standar Biaya Masukan) terjangkau dengan standar DPR," pungkas Indra.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




