Jumat, 15 Mei 2026

Menkum Minta Mahasiswa Tak Perlu Khawatir Soal RUU TNI, Tak Bahas Dwifungsi TNI

Penulis : Yustinus Patris Paat
19 Mar 2025 | 23:27 WIB
BAGIKAN
Menkum Supratman Andi Agtas di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Maret 2025. (Foto: Yustinus Patris Paat)
Menkum Supratman Andi Agtas di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Maret 2025. (Foto: Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas meminta para mahasiswa tidak perlu khawatir soal revisi Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 yang bakal disahkan dalam rapat paripurna DPR, Kamis (20/3/2025).

Supratman memastikan, hasil revisi UU TNI tidak memuat ketentuan tentang dwifungsi militer, tetapi fokus pada peran-peran TNI di bidang pertahanan. 

“Terkait dengan kekhawatiran akan terjadinya dwifungsi ABRI atau dwifungsi TNI, itu sama sekali sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Karena semua yang dibahas di dalam itu adalah terkait dengan tugas-tugas pertahanan TNI," ujar Supratman di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2025) malam.

ADVERTISEMENT

Supratman menjelaskan, revisi UU TNI hanya memuat 3 poin penting, yakni tugas pertahanan TNI, usia pensiun TNI dan penempatan prajurit TNI aktif di kementerian atau lembaga. Menurut Supratman, usia pensiun TNI disesuaikan dengan usia harapan hidup masyarakat Indonesia dan usia pensiun sipil di umur 60 tahun.

"Karena sekarang bukan hanya PNS saja yang sipil pensiunnya sudah 60 tahun, nah karena itu tidak adil kalau kemudian bagi perwira terutama perwira tinggi (TNI) yang kita cetak dengan begitu luar biasa kemudian mereka harus pensiun di umur 58 tahun. Karena itu harus ada keseragaman soal itu," tandas Supratman. 

Dikatakan Supratman, penempatan prajurit TNI aktif di kementerian dan lembaga sebenarnya tidak ada perubahan, hanya memasukkan pengaturan di Undang-Undang lain RUU TNI. Dalam UU TNI sekarang terdapat 10 kementerian dan lembaga yang bisa diisi prajurit TNI aktif dan ditambahkan 5 instansi lain di RUU TNI.

"Jadi, cuma tugas pertahanan dan itu di tempat-tempat yang lain tugasnya juga hanya bantu. Nah bagi prajurit aktif yang akan menduduki jabatan sipil (selain 15 instansi yang disebutkan dalam RUU TNI), ya dari awal harus pensiun sudah itu, tidak ada tawar menawar lagi, harus pensiun," tegas Supratman.

Lebih lanjut, Supratman menegaskan tidak ada miskomunikasi antara dirinya dengan mahasiswa Trisakti saat bertemu di gerbang Pancasila, pintu gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (19/3/2025) sore. Dia menegaskan, tuntutan-tuntutan mahasiswa sudah didengar oleh pemerintah dan DPR. 

"Bahwa kekhawatiran tadi menyangkut soal kembalinya peran dwifungsi TNI atupun ABRI, di dalam revisi UU TNI sama sekali enggak terlihat. Karena itu saya berharap nanti kita akan dialog lebih jauh lagi," pungkas Supratman.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia