Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Indonesia Kirim 157 Personel untuk Bantu Korban Gempa Myanmar

Penulis : Ichsan Ali
3 Apr 2025 | 11:42 WIB
BAGIKAN
Sejumlah bantuan barang dan logistik siap diberangkatkan ke Myanmar dari Lanud Halim Perdanakusumah, Kamis (3/4/2025)
Sejumlah bantuan barang dan logistik siap diberangkatkan ke Myanmar dari Lanud Halim Perdanakusumah, Kamis (3/4/2025)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia mengirimkan 157 personel untuk membantu korban bencana gempa di Myanmar. Personel tersebut gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan, dari 157 personel, 92 orang telah berada di Myanmar, dan 65 orang akan diberangkatkan bersamaan dengan pengiriman bantuan logistik dan obat-obatan.

"Untuk logistik, untuk logistik ini cukup besar ya, jadi ada 124 ton. Sudah ada di Myanmar, itu ada sekitar 24 ton lebih, yaitu barang dari Mabes TNI dan dari Kementerian Pertahanan yang ada di Myanmar,” ujarnya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (3/4/2025).

ADVERTISEMENT

Dikatakan Suharyanto, Indonesia mengirimkan bantuan perlengkapan yakni 2 kendaraan truk serta genset.

"Yang akan kita bawa sekarang ada 2 pesawat, 1 pesawat Garuda 747-800 dan ada pesawat kargo. Ini membawa kurang lebih 105 ton. Lengkap dari Kementerian Kesehatan, ada barang berupa obat-obatan," terang Suharyanto.

Selain itu, bantuan pun datang dari Kementerian Pertanian, dari Baznas, dari BNPB, dari swasta. dari pihak swasta antara lain dari Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Human Initiative, AGP, Buddha Tzu Chi.

Sementara itu, Suharyanto menegaskan pengiriman bantuan pada Kamis (3/4/2025) adalah pengiriman terakhir yang dilakukan pemerintah Indonesia.

"Jadi setelah hari ini apabila ada masyarakat Indonesia yang ingin menyumbang ke Myanmar, ini menggunakan jalur masing-masing. Jadi pemerintah sudah tidak memfasilitasi lagi. Jadi ini adalah barang yang terakhir yang akan dikirimkan ke Myanmar," tegasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia