Jumat, 15 Mei 2026

Banjir Rob Landa Jalur Demak-Semarang, Pemudik Diimbau Lewat Jalan Alternatif

Penulis : Jamaah
5 Apr 2025 | 17:06 WIB
BAGIKAN
Antrean kendaraan arus balik pemudik terjebak banjir rob di jalur Pantura Demak-Semarang, Sabtu (5/4/2025)
Antrean kendaraan arus balik pemudik terjebak banjir rob di jalur Pantura Demak-Semarang, Sabtu (5/4/2025)

DEMAK, investor.id – Banjir rob yang meluap ke jalur Pantai Utara Demak-Semarang membuat antrean panjang kendaraan pemudik hingga berjam-jam. Polisi mengimbau pemudik lewat jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan.

Kemacetan hingga 7 kilometer terjadi pada kedua arah lajur Semarang-Demak, Sabtu (5/4/2025). Banjir rob terjadi di sekitar Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. 

Berdasarkan prakiraan BMKG, pasang air laut yang bertepatan arus balik kali ini mencapai 1,1 meter dari permukaan tanah dan membanjiri sekira 50 - 60 sentimeter pada siang hingga malam di jalur Pantura. Kondisi kali ini merupakan siklus banjir rob tertinggi dibanding kondisi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Banjir rob ini membuat kendaraan pemudik mogok karena memaksa menerjang banjir. Hal ini dialami Sobari, warga Jakarta yang hendak berwisata ke Jepara tak menyangka jika banjir cukup dalam hingga membuat mesin sepeda motornya mati.  

"Motornya mogok habis nerjang banjir tadi. Dari Jakarta mau ke Jepara, ini ya mau didorong dulu, Tadi kebanjiran sampai sebatas mesin," katanya. 

Sementara, Ahmad usai mudik ke Kabupaten Purworejo hendak balik ke Jepara mengaku sudah satu jam terjebak macet belum juga keluar. Dia tak menyangka jika kemacetan cukup panjang sehingga harus butuhkan tenaga ekstra dan bersabar mengantre untuk keluar dari kemacetan.

"Dari pojok tadi sudah satu jam, masih belum keluar juga. Terganggu banget sampai anak-anak juga lelah di jalan," terangnya.

Kasat Lantas Polres Demak, AKP Thoriq Azis mengungkapkan, mengantisipasi kemacetan terus mengular panjang. Pihaknya menyiagakan sejumlah personel dan mengimbau pengguna jalan terutama pemudik maupun warga luar daerah untuk melewati jalur alternatif yang sudah disiapkan.

"Kamis imbau untuk melewati jalur alternatif, karena berdasarkan prediksi BMKG kondisi air rob pada pukul 15.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB diperkirakan cukup tinggi genangan airnya," ungkap Thoriq Azis di lokasi.

Seiring dengan meningkatnya arus balik yang melintas jalur Pantura, Polres Demak mengimbau para pemudik agar memerhatikan informasi resmi dari BMKG maupun platform media sosial tentang prakiraan naik surutnya siklus air laut di pesisir Demak.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 41 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia