Jumat, 15 Mei 2026

Prabowo Tegaskan Tak Antikritik, Supaya Lebih Waspada

Penulis : Ichsan Ali
8 Apr 2025 | 15:57 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia: Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta, pada Selasa (8/4/2025). (Tangkapan layar: Youtube, Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia: Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta, pada Selasa (8/4/2025). (Tangkapan layar: Youtube, Sekretariat Presiden)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak antikritik. Ia malah menyukai kritik karena dapat membantu pemerintah supaya lebih waspada.

“Jadi kritik itu bagus menurut saya, tapi kalau suatu program untuk menciptakan suatu kondisi yang tidak rasional ini harus terus diadakan, istilahnya klarifikasi dan penjelasan,” ungkap Prabowo saat Sarasehan Ekonomi bertajuk ‘Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan’ di Menara Bank Mandiri Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2025).

Prabowo menganalogikan, jika ada yang menyampaikan matahari terbit dari barat dan diucapkan berulang kali, maka sebagian rakyat bisa benar-benar percaya terhadap hal tersebut.

ADVERTISEMENT

“Itu adalah ilmu propaganda, itu ada di buku semua itu keahlian Hitler dan Joseph Goebbels. Kalau kebohongan diulangi berkali-kali dan terus menerus lama-lama orang percaya dengan kebohongan itu ada di buku The Art of Propaganda,” terang Prabowo.

Prabowo mengakui, semua negara mempelajari ilmu propaganda tersebut dan sering dilakukan untuk medestabilisasi suatu negara yang tidak disukai negara lain. “Jadi saudara-saudara ada lagi asas kedua dalam teorinya Joseph Goebbels, the Bigger the Lie, the Easier People to Believe. Jadi kebohongan yang besar lebih mudah orang percaya,” ujar Prabowo.

Prabowo menyampaikan, saat ini kerap masyarakat menerima informasi hoaks. Maka dari itu, ia ingin hoaks harus dihadapi dengan membuka diri memberi penjelasan apa adanya berdasarkan fakta, ilmu, dan matematika.

“Kebohongan bisa diteruskan tapi suatu saat begitu kebohongan kelihatan, hilang kepercayaan dari orang. Nah itu saudara-saudara jadi suatu rezim, atau suatu organisasi, suatu kelompok yang melancarkan sesuatu atas dasar kebohongan akan dipatahkan,” ungkapnya.

Prabowo pun heran ada orang yang menilai ‘Indonesia Gelap’, padahal ia mengakui bahwa saat ini ‘Indonesia Cerah’. “Kalau saya ketemu petani, mereka gembira, peningkatan hasil mereka naik secara drastis, produksi naik drastis, kita potong semua regulasi yang enggak benar kita sederhanakan,” imbuh Prabowo.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia