Ekonom Usulkan Prabowo Deregulasi Total, Dorong Manufaktur, dan Telepon Trump
JAKARTA, investor.id – Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengusulkan agar Presiden Prabowo Subianto melakukan gebrakan berupa deregulasi total, dorong manufaktur, hingga menelepon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Tiga usulan konkret ini disampaikannya dalam sarasehan ekonomi bertema "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan" di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025) yang juga dihadiri Presiden Prabowo.
Baca Juga:
Prabowo soal Demo dan UU TNIIa mengatakan, deregulasi secara menyeluruh, penguatan sektor manufaktur, serta pendekatan bilateral dengan Presiden Trump akan membantu ekonomi Indonesia.
Dalam paparannya, Wijayanto menekankan pentingnya deregulasi besar-besaran untuk menarik investasi dan menciptakan efisiensi ekonomi. Dirinya menekankan, pemerintah mendatang perlu melakukan deregulasi secara total dan bukan setengah-setengah seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.
Wijayanto Samirin pun menyarankan agar Indonesia menggunakan Vietnam sebagai satu-satunya negara pembanding atau benchmark. Bukan tanpa alasan, Vietnam dinilai berhasil menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menarik investasi asing secara masif.
“Vietnam punya apa, kita harus punya juga. Syukur-syukur bisa lebih baik. Di sana tidak ada premanisme di kawasan industri, izin usaha cepat, tanah murah, dan TKDN fleksibel. Semua itu membuat kontrol pemerintah jadi lebih mudah,” paparnya, Selasa.
Ekonom itu pun menyoroti sektor manufaktur sebagai peluang pertumbuhan ekonomi yang belum dimaksimalkan pasca pandemi. Wijayanto Samirin menyebut, sebelum Covid-19, utilisasi sektor manufaktur mencapai 75%. Namun angka itu sempat turun ke 50% dan saat ini baru menyentuh 60%.
Menurutnya, jika pemerintah mampu mendorong sektor ini kembali ke level sebelum pandemi maka pertumbuhan ekonomi nasional bisa naik hingga 3% tanpa perlu tambahan investasi yang besar.
Ia pun mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif dan “karpet merah” kepada pengusaha lokal yang tetap bertahan di Indonesia di tengah tekanan global. Dengan pendekatan ini, diharapkan utilisasi manufaktur bisa meningkat signifikan, bahkan hingga 90% dalam jangka menengah.
Dalam konteks hubungan internasional, Wijayanto Samirin mengusulkan agar Presiden Prabowo mengambil pendekatan bilateral yang lebih personal terhadap AS dengan secara langsung berbicara dengan Presiden Trump.
Menurutnya, Trump memiliki gaya kepemimpinan yang top-down dan cenderung menolak pendekatan multilateral seperti ASEAN. Oleh karena itu, ia menyarankan Prabowo untuk tidak ragu mengambil inisiatif melakukan panggilan telepon langsung ke Trump sebagai langkah awal membangun komunikasi strategis.
“Kalau rame-rame datang, dia tidak bisa bully, Pak. Jadi inginnya bilateral. Kami yakin, satu telepon dari Bapak akan sangat membantu menteri-menteri yang Bapak tugaskan untuk negosiasi dengan pihak Amerika,” tambah dia.
Wijayanto juga menilai ASEAN bukan platform yang efektif untuk negosiasi tarif dagang karena perbedaan kepentingan antar negara anggota yang terlalu besar. Jalur mandiri dinilai lebih realistis untuk menghadapi kebijakan dagang Amerika di bawah kepemimpinan Trump.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






