Jumat, 15 Mei 2026

Prabowo: Negara Pantas Rampas Aset Koruptor

Penulis : Yustinus Patris Paat
8 Apr 2025 | 19:20 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto dalam wawancara bersama tujuh jurnalis dari tujuh media massa di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini. (Foto: Instagram, @prabowo)
Presiden Prabowo Subianto dalam wawancara bersama tujuh jurnalis dari tujuh media massa di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini. (Foto: Instagram, @prabowo)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto buka suara terkait upaya memiskinkan para koruptor di Indonesia. Menurut Prabowo, pantas jika negara menyita aset yang dimiliki para koruptor, namun harus tetap adil.

“Saya berpendapat begini, kembalikan yang kau curi! Kerugian negara yang dia timbulkan harus dikembalikan, makanya aset-aset yang dimilikinya pantas negara itu menyita,” ujar Prabowo saat wawancara eksklusif dengan beberapa pimpinan media nasional yang diundang ke kediamannya di Hambalang, Bogor, dikutip Selasa (8/4/2025).

Hanya saja, kata Prabowo, aset yang diperoleh bukan dari korupsi, tentu negara tidak boleh ambil. Menurut dia, hal tersebut juga berkaitan dengan asas keadilan.

ADVERTISEMENT
[embed type=youtube]https://www.youtube.com/watch?v=FgNWLBfOD6w[/embed

“Namun kita harus adil terhadap anak dan istrinya, umpamanya kalau sudah ada aset yang sudah dimilikinya sebelum dia menjabat apakah adil kita menyitanya? Bagaimana nanti dengan anaknya, mungkinkah dosa orang tua diturunkan ke anaknya? Nanti para ahli hukum yang akan membahasnya,” tandas Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo juga mengaku dirinya sangat geram dengan para koruptor. Menurut dia, hal ini adalah perampokan yang dilakukan seolah-olah legal.

“Jangankan rakyat, saya juga geram. Saya menyadari sumber daya kita sangat besar, ini terjadi harus dikatakan ini adalah perampokan yang dilakukan seolah-olah legal yang kalau dicek tidak ada pelanggaran,” tandas Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan memang harus ada sikap yang membuat efek jera. Karena hal hal itu, ia sudah menekankan kepada aparat penegak hukum jika ada vonis yang ringan, melukai keadilan, pemerintah akan naik banding. Pendekatan itu terbukti efektif di beberapa kasus.

“Karena para koruptor ini menganggap dengan uang, okelah saya ditangkap, ke pengadilan, masuk penjara, paling saya ditahan enam tahun, nanti saya jalankan tiga tahun saya keluar dan mungkin saya bisa sogok pejabat ini, pejabat itu dan mungkin bisa tiap lima hari saya keluar,” pungkas Prabowo.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia