Jumat, 15 Mei 2026

Peraturan Teknis Kementerian Harus Seizin Presiden Prabowo

Penulis : Ichsan Ali
8 Apr 2025 | 20:17 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan pengarahan dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI di Menara Mandiri, Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Acara bertema Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan itu dihadiri jajaran menteri, Dewan Ekonomi Nasional, BI, OJK LPS dan sejumlah pemangku kepentingan. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd/Spt)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan pengarahan dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI di Menara Mandiri, Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Acara bertema Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan itu dihadiri jajaran menteri, Dewan Ekonomi Nasional, BI, OJK LPS dan sejumlah pemangku kepentingan. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd/Spt)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan peraturan teknis (pertek) kementerian harus seizin dirinya. Menurut presiden, selama ini peraturan teknis kementerian sering kali lebih “galak” daripada keputusan presiden (keppres).

Presiden Prabowo mengakui terkadang para birokrat malah mengeluarkan pertek kementerian, padahal di saat yang sama keppres sudah dikeluarkan.

"Enggak ada lagi pertek-pertek. Pokoknya pertek dikeluarkan oleh kementerian harus seizin presiden," tegas Prabowo saat sarasehan ekonomi bertajuk memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia di tengah gelombang perang tarif perdagangan di Menara Bank Mandiri Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2025).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan pemerintahannya akan melakukan kerja secara efisien, menghapus regulasi yang tidak masuk akal, dan mempermudah perizinan untuk pengusaha.

"Ini bagusnya presidenmu mantan pengusaha juga. Bener loh, saya tuh 25 tahun di luar kan di luar kekuasaan, saya pengusaha, menghadap pejabat ini, mantan panglima datang ke himbara (Himpunan Bank Milik Negara, red), menghadap Bank Mandiri bolak balik, iya kan," lanjut Presiden Prabowo.

Ia kembali memaparkan, Indonesia boleh mencontek apa yang telah dilakukan oleh negara-negara lain seperti Vietnam, Bangladesh, Thailand, dan Malaysia.

"Kita enggak usah terlalu pintar. Kalau mereka lakukan sesuatu, kalau perlu nyontek. Enggak boleh nyontek di sekolah, kalau dalam kehidupan nyontek itu boleh," tukasnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menceritakan soal pembicaraannya dengan salah satu taipan, namun tak menyebutkan namanya.

"Kemarin ada itu satu Taipan ngomong ke saya, dia punya ilmu, dia bilang, copy with pride, kalau Vietnam berani pasang tarif nol persen, kita kenapa? Harus berani juga dong," sambung dia.

Di sisi lain, Presiden Prabowo menginginkan agar para menteri di Kabinet Merah Putih untuk tidak ragu-ragu dalam mengeluarkan izin. Menurutnya hal tersebut harus dilakukan demi kepentingan rakyat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia