Indonesia Minta Kerja Sama Perdagangan Adil ke AS, Ini Poin yang Ditegaskan
JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia mendorong Amerika Serikat (AS) untuk dapat mewujudkan kerja sama perdagangan yang adil dan berimbang. Berikut ini poin penekanan yang masuk ke dalam bagian negosiasi Indonesia atas kebijakan tarif resiprokal yang dicanangkan Presiden AS Donald Trump terhadap RI.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan seluruh poin yang diajukan kepada pemerintah AS. Menko Airlangga memastikan semua poin telah mempertimbangkan kepentingan nasional. Hal ini ditegaskannya dalam konferensi pers terkait perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat, Jumat (25/5/2025).
"Tawaran Indonesia kepada Amerika Serikat untuk mewujudkan kerja sama perdagangan yang adil, mengacu kepada kepentingan nasional dan dirancang untuk menjaga keseimbangan setidaknya pada lima manfaat," papar Menko Airlangga, Jumat.
Poin pertama dari lima manfaat yang dimaksud adalah memenuhi kebutuhan dan menjaga ketahanan energi nasional. Kedua, memperjuangkan akses pasar Indonesia ke AS, khususnya dengan kebijakan tarif yang kompetitif bagi produk ekspor Indonesia.
Ketiga, deregulasi untuk meningkatkan kemudahan berusaha, perdagangan, dan investasi yang akan menciptakan lapangan pekerjaan. Keempat, memperoleh nilai tambah dengan kerja sama rantai pasok (supply chain), industri strategis, dan kerja sama mineral penting (critical mineral).
Baca Juga:
AS Apresiasi Negosiasi Awal IndonesiaKelima, akses ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang yaitu kesehatan, pertanian, dan energi baru terbarukan. Sebagai informasi, saat ini delegasi Indonesia yang dipimpin Menko Airlangga tengah berada di AS dalam rangka melakukan negosiasi kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Trump.
Airlangga mengungkapkan, pertemuan dengan stakeholder di AS baik dari pihak pemerintah maupun dunia usaha secara keseluruhan dinilai baik.
Delegasi Indonesia telah melakukan pertemuan dengan United States Trade Representative (USTR), Secretary of Commerce, Secretary of Treasury.
"Upaya pedekatan Indonesia telah diterima dan diapresiasi dengan sangat baik oleh USTR, Commerce, maupun Treasury, dan semua membuka ruang dialog," papar Airlangga.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






