Jumat, 15 Mei 2026

ISEI Dorong Investasi Hilirisasi Perikanan dan Penguatan Rantai Pasok

Penulis : Grace El Dora
26 Apr 2025 | 18:42 WIB
BAGIKAN
Awak kapal perikanan dan hasil tangkapan mereka. (Foto: Antara)
Awak kapal perikanan dan hasil tangkapan mereka. (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id – Hilirisasi sektor perikanan dinilai tidak hanya menjadi keharusan untuk meningkatkan nilai tambah produk nasional, tetapi juga merupakan agenda besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi berbasis sumber daya alam (SDA) yang inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan investasi hilirisasi perikanan dan penguatan rantai pasok.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang IV Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bayu Krisnamurthi. Ia menegaskan, langkah ini sebagai bagian dari komitmen ISEI memperkuat transformasi struktural ekonomi nasional.

ISEI melalui Focus Group Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan diskusi nasional bertajuk “Hilirisasi Perikanan: Mendorong Investasi dan Tantangan Ketersediaan Bahan Baku” yang diselenggarakan pada Jumat (25/4/2025).

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dari Gedung Kantor ISEI Pusat, Jakarta dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang, baik secara luring maupun daring melalui platform Zoom Meeting.

Bayu menyampaikan, diskusi ini bertujuan mengidentifikasi tantangan strategis dalam pengembangan hilirisasi sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Hal ini sekaligus merumuskan arah kebijakan dan strategi percepatan investasi, penguatan daya saing, dan penjaminan pasokan bahan baku berkelanjutan untuk industri pengolahan hasil laut nasional.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Nimmi Zulbainarni selaku Ketua Focus Group Kelautan dan Perikanan ISEI, para pembicara kunci memaparkan beragam perspektif kritis. Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan dalam diskusi tersebut menyoroti perlunya percepatan reformasi kebijakan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Ia pun menekankan pentingnya memperkuat sektor budidaya dan memastikan keberlanjutan bahan baku melalui program terintegrasi lintas sektor. Daniel Johan menegaskan, tanpa keterpaduan antara produksi hulu, industri pengolahan, dan perdagangan, hilirisasi perikanan tidak akan optimal mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Machmud selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan dalam Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menekankan pentingnya membangun konektivitas hulu-hilir berbasis kawasan industri perikanan terpadu.

Ia menjelaskan, keberhasilan hilirisasi tidak hanya bergantung pada kuantitas produksi, melainkan juga pada peningkatan kualitas produk melalui standardisasi mutu, sertifikasi keberlanjutan, dan penguatan sistem traceability untuk memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke pasar Uni Eropa (UE), Jepang, dan Amerika Serikat (AS).

Dilihat dari sudut pandang dunia usaha, Abrizal Ang sebagai pelaku industri perikanan menyampaikan tantangan nyata yang dihadapi sektor hilir. Mulai dari fluktuasi pasokan bahan baku akibat ketergantungan pada perikanan tangkap, hingga tingginya biaya logistik dan keterbatasan infrastruktur cold chain.

Ia sekaligus menyoroti pentingnya dukungan insentif fiskal, simplifikasi regulasi ekspor, dan perlindungan terhadap usaha pengolahan domestik agar industri nasional mampu bersaing di tengah derasnya tekanan global.

Melengkapi pandangan tersebut, Guru Besar IPB University dan Ketua MPHPI Nurjanah menyampaikan perlunya penguatan inovasi dan riset berbasis kelautan dalam membangun ekosistem hilirisasi yang berdaya saing tinggi.

Ia mendorong diversifikasi produk olahan hasil laut seperti pangan fungsional berbasis rumput laut, kosmetik berbahan alami, hingga biofarmasi kelautan, sebagai jalan untuk meningkatkan nilai tambah sektor ini.

Menurutnya, pengembangan industri perikanan masa depan harus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan (sustainability) dan berbasis pada inovasi teknologi.

Dalam diskusi ini, para peserta mengidentifikasi sejumlah tantangan utama yang perlu segera diatasi.

Antara lain dominasi ekspor produk dalam bentuk bahan mentah yang mencapai 61% dari total ekspor hasil laut Indonesia, ketidakpastian pasokan bahan baku akibat bergantung pada musim perikanan tangkap, tingginya biaya logistik nasional, serta rendahnya tingkat industrialisasi berbasis kelautan.

Di sisi lain, ada peluang besar terbuka dengan pasar global yang terus tumbuh untuk produk perikanan olahan berkualitas tinggi. Ini beriringan dengan meningkatnya tren konsumsi makanan sehat dan alami.

Kegiatan ini menghasilkan beberapa rekomendasi strategis untuk mendorong percepatan hilirisasi perikanan nasional, antara lain:

- Membangun ekosistem investasi sektor hilir berbasis kemitraan multipihak (akademisi-bisnis-pemerintah);

- Mengembangkan kawasan industri pengolahan hasil laut terpadu berbasis pada efisiensi logistik dan cold chain infrastructure;

- Mempercepat inovasi diversifikasi produk perikanan melalui riset terapan dan pengembangan teknologi pengolahan;

- Mengharmonisasi kebijakan lintas sektor antara kelautan, industri, perdagangan, dan investasi;

- Memperkuat peran pemerintah daerah dalam pembangunan klaster industri perikanan lokal;

- Meningkatkan diplomasi perdagangan untuk membuka akses ekspor produk olahan ke pasar global.

Hasil dari diskusi ini akan disusun dalam bentuk policy brief sebagai masukan resmi kepada para pemangku kebijakan nasional guna mempercepat transformasi sektor kelautan dan perikanan sebagai bagian dari agenda besar reindustrialisasi ekonomi Indonesia.

“ISEI berkomitmen untuk terus menjadi katalisator dalam memperkuat hilirisasi industri perikanan, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis sumber daya kelautan yang berkelanjutan, serta mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” demikian sebagai penegasan keterangan resmi ISEI yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/4/2025).

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia