Jumat, 15 Mei 2026

Pakar Sorot Setengah Juta Lapangan Kerja Tercipta dari Investasi

Penulis : Grace El Dora
2 Mei 2025 | 23:03 WIB
BAGIKAN
Sejumlah buruh mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/YU)
Sejumlah buruh mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/YU)

JAKARTA, investor.id – Pakar menyorot setengah juta lebih lapangan kerja tercipta dari investasi. Realisasi investasi kuartal I-2025 membawa dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja di Indonesia, menurut data terbaru dari Kementerian Investasi.

Data ini menunjukkan sebanyak 594.104 orang terserap ke dalam dunia kerja berkat masuknya investasi baru selama tiga bulan pertama tahun ini.

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center Christiantoko menyoroti pentingnya capaian tersebut. Di saat yang sama, ia menyayangkan pencapaian ini belum mendapat sorotan yang sepadan.

ADVERTISEMENT

“Ini dua hal yang rasanya luput diberikan magintude (nilai informasi) pada pengumuman realisasi investasi tersebut, padahal pencapaiannya sangat penting,” beber Christiantoko dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (2/5/2025).

Ia mencontohkan, dalam beberapa bulan terakhir publik kerap disuguhi informasi mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) khususnya di sektor manufaktur. Namun di saat bersamaan, justru ratusan ribu orang berhasil mendapat pekerjaan melalui masuknya investasi.

“Kita berharap pencapaian penting ini terus menjadi perhatian pemerintah dalam melakukan monitoring realisasi investasi,” tegasnya.

Christiantoko juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang membentuk Satgas PHK sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi tenaga kerja.

“Presiden Prabowo memerintahkan gugus tugas ini agar memberikan perhatian serius terhadap buruh atau tenaga kerja di Indonesia, sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan,” kata Christiantoko.

Ia menambahkan, penyerapan tenaga kerja bukan hanya menyelesaikan masalah pengangguran, tetapi juga berdampak besar terhadap konsumsi dan ketahanan ekonomi nasional.

“Pada tahun 2024 misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sekitar 54% perekonomian nasional ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Ketika semakin banyak masyarakat bekerja, maka tingkat kesejahteraannya akan terjaga dan memiliki kemampuan konsumsi yang memadai,” kata dia.

“Masyarakat sejahtera dengan bekerja, daya tahan ekonomi dalam negeri akan semakin kuat,” pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia