Jumat, 15 Mei 2026

Kejagung Dalami Pengawasan Subholding saat Periksa Nicke Widyawati

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
7 Mei 2025 | 20:18 WIB
BAGIKAN
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Harli Siregar
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Harli Siregar

JAKARTA, investor.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa manatan Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati, Selasa (6/5/2025). Nicke dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina periode 2018-2023.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar menerangkan, penyidik mendalami tugas dan fungsi yang bersangkutan ketika masih menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina, termasuk selaku holding dari PT Pertamina Patra Niaga.

Penyidik kemudian mendalami keterangan Nicke seputar kepatuhan Pertamina dalam hal pemenuhan kebutuhan minyak domestik. Kejagung mendalami sejauh mana komitmen pemenuhan minyak dalam negeri dipatuhi

ADVERTISEMENT

"Bagaimana upaya optimasi yang dilakukan oleh PT Pertamina terkait dengan pembuatan optimasi hilir, karena kita tahu ada produk-produk terkait minyak mentah, produk kilang, dan kontrak. Termasuk bagaimana kepatuhan terhadap kontrak yang dilakukan, pengawasan dari monitoring mitigasi yang dilakukan oleh holding kepada subholding, tentu ini dari direksi," ujar Harli di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Penyidik juga mendalami materi seputar pengawasan dan pelaksanaan rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) yang dilakukan holding kepada subholding. Harli menerangkan, pada umumnya,  materi pemeriksaan Nicke masih seputar peran yang bersangkutan ketika masih menjadi Direktur Utama Pertamina. 

Harli menduga ada puluhan pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada Nicke saat pemeriksaan tersebut. Hal itu mengingat, terbuka peluang adanya pertanyaan lanjutan ketika membahas suatu topik besar.

"Jadi kalau kita misalnya membahas terkait dengan bagaimana peran terkait holding kepada subholding menyangkut misalnya monitoring dan pengawasan tentunya akan menimbulkan banyak pertanyaan," ucap Harli.

Diketahui, Nicke telah menghadiri agenda pemeriksaan sejak Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Agenda ini berlangsung cukup lama, hingga akhirnya dia baru menampakkan diri seusai pemeriksaan Rabu (7/5/2025) sekitar pukul 00.10 WIB. 

Nicke enggan berbicara banyak terkait agenda pemeriksaannya kali ini. Dia memilih langsung menaiki mobil dan meninggalkan lokasi.

Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus tersebut, yaitu eks direktur utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, direktur feedstock dan product optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin (SDS) dan direktur utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi (YF).

Tersangka lainnya, yakni Agus Purwono (AP) Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR), Dimas Werhaspati (DW), Gading Ramadhan Joedo (GRJ), Maya Kusmaya (MK) dan Edward Corne (EC).

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia