Jumat, 15 Mei 2026

Danantara Sedang Bahas Kesepakatan Nikel dengan Eramet

Penulis : Grace El Dora
7 Mei 2025 | 21:26 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi batu bara. (Foto: Bloomberg)
Ilustrasi batu bara. (Foto: Bloomberg)

JAKARTA, investor.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan penambang Prancis Eramet SA sedang dalam pembicaraan untuk membentuk kemitraan yang akan berinvestasi di pabrik nikel. Orang-orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, jika terjadi maka akan menjadi transaksi besar pertama dana investasi negara tersebut menurut laporan Bloomberg seperti dikutip pada Rabu (7/5/2025).

Danantara dan Eramet ingin memperoleh saham di pabrik pelindian asam bertekanan tinggi di Taman Industri Teluk Weda di Maluku Utara. Sumber-sumber yang menyampaikan hal ini meminta untuk tidak disebutkan namanya, karena mereka tidak berwenang untuk berbicara di depan umum.

Pabrik tersebut sebagian besar dimiliki oleh perusahaan China Zhejiang Huayou Cobalt Co dan memproduksi bentuk nikel yang digunakan untuk membuat baterai untuk kendaraan listrik (electric vehicle/ EV).

ADVERTISEMENT

Sumber tersebut mengatakan para pemangku kepentingan berharap untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada akhir bulan, tetapi memperingatkan diskusi masih berlangsung dan rencana dapat berubah.

Seorang juru bicara Eramet yang berkantor pusat di Paris mengonfirmasi perusahaan tersebut sedang mengadakan diskusi dengan Danantara, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut. Huayou Cobalt menolak berkomentar. Seorang perwakilan Danantara tidak menanggapi permintaan komentar.

CEO Danantara Rosan Roeslani pada pekan lalu mengatakan dana tersebut telah diundang oleh Eramet untuk berpartisipasi dalam proyek hilir di Weda Bay Industrial Park. Namun Rosan belum menjelaskan lebih lanjut soal ini.

Huayou Cobalt juga telah menyatakan minatnya untuk melakukan investasi lebih lanjut ke dalam rantai pasokan logam baterai Indonesia, katanya. Terutama setelah LG Energy Solution Ltd dari Korea Selatan menarik diri dari paket proyek bernilai miliaran dolar.

Danantara akan berinvestasi melalui badan usaha milik negara Mining Industry Indonesia, kata sumber tersebut.

Setiap kesepakatan akan menjadi investasi signifikan pertama oleh Danantara, dana kekayaan negara yang didirikan oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai salah satu inisiatif kebijakan utamanya.

Setelah diluncurkan pada Februari 2025, dana tersebut telah mengambil alih kepemilikan banyak perusahaan milik negara terbesar di Indonesia dan badan usaha tersebut bertujuan untuk mengucurkan sekitar US$ 20 miliar dana awal ke dalam proyek-proyek strategis yang mencakup segala hal, mulai dari ketahanan pangan hingga komoditas.

Bagi Eramet, yang telah mengoperasikan salah satu tambang nikel terbesar di Indonesia di Maluku Utara, transaksi tersebut akan memperkuat kemampuannya dalam memproses material untuk kendaraan listrik.

Sejak membatalkan pembangunan proyek pelindian asam bertekanan tinggi serupa dalam kemitraan dengan BASF SE tahun lalu, permintaan perusahaan Prancis tersebut untuk meningkatkan produksi tambang ditolak oleh pemerintah Indonesia.

Bloomberg melaporkan pada Juli 2025, Eramet tengah menjajaki kemitraan dengan Huayou Cobalt untuk memproduksi nikel bermutu baterai di negara tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia