Prabowo Panggil Bos Danantara untuk Rapat Khusus di Istana
JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto memanggil bos Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk rapat khusus di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Di antara yang terlihat hadir, antara lain CEO Danantara Rosan Roeslani hingga COO Danantara Dony Oskaria.
Rosan tiba di Istana Negara pukul 13.47 WIB, disusul Rosan tak lama setelahnya. Rosan belum memberikan pernyataan terkait pemanggilan tersebut, sementara Dony menyebutkan pihaknya akan melaporkan perkembangan mengenai Danantara kepada Presiden Prabowo.
Pagi ini, Dony Oskaria mengungkapkan saat ini Holding Operasional Danantara tengah melakukan proses restrukturisasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui empat tahap yang dimulai dari business fundamental review. “Yang pertama adalah kita sedang melakukan business fundamental review, kita me-review keseluruhan daripada 888 (entitas) BUMN kita,” papar Dony dalam acara “Outlook Ekonomi DPR” di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, Dony menjelaskan Danantara melakukan reprofiling dan turnaround bisnis pada perusahaan-perusahaan BUMN. Tahap business fundamental review ini diharapkan bisa rampung pada Oktober 2025.
Tahap selanjutnya, Danantara akan membangun matriks industri. Dony mengingatkan, selama ini masing-masing perusahaan BUMN membangun konglomerasinya sendiri misalnya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang memiliki anak perusahaan dengan cakupan berbagai sektor yang tidak hanya terkait bisnis telekomunikasi.
Baca Juga:
Petinggi Danantara Sambangi AmerikaSebagai contoh, terdapat sektor logistik, asuransi, hingga perhotelan dengan skala kecil-kecil yang tersebar di berbagai perusahaan BUMN. Maka setelah matriks dikeluarkan, Dony mengatakan Danantara akan melakukan bisnis konsolidasi. “Bisnis konsolidasi ini kita lakukan akan selesai dalam 1-2 tahun ke depan. Akan terjadi lebih dari 350-an merger dan akuisisi yang akan kita lakukan. Sehingga nanti kita akan punya perusahaan yang skalanya menjadi besar,” terangnya.
Melalui konsolidasi tersebut, diharapkan Indonesia memiliki perusahaan berskala besar sehingga memiliki tingkat daya saing yang baik dan kuat serta dapat menjadi pemain di tingkat global.
“Ini akan terjadi dari 888 perusahaan (entitas BUMN). Kita harapkan ini akan menjadi kurang dari 200 perusahaan yang skalanya menjadi begitu besar dan memiliki kemampuan daya kompetisi yang kuat,” kata dia.
Baca Juga:
Kadin Siap Sukseskan DanantaraTahap ketiga, yang dilakukan Holding Operasional paralel dengan tahap kedua, yaitu menulis ulang peta jalan dari masing-masing perusahaan BUMN. Ini termasuk menentukan indikator kinerja utama (KPI), melihat bisnis modelnya, menentukan revenue stream dan revenue parameter, dan indikator lain.
Terakhir, tahap keempat yaitu value creation. Dengan seluruh proses ini, ujar Dony, maka akan terjadi efisiensi di dalam pengelolaan BUMN. Menurutnya, dampak tidak langsungnya juga akan sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
“Jadi ini proses yang sangat luar biasa daripada pembentukan Danantara secara esensial. Bahwa ke depannya, BUMN-BUMN kita tentu akan menjadi perusahaan-perusahaan yang sehat, perusahaan-perusahaan yang mampu berkompetisi dengan baik dan juga memberikan nilai tambah kepada pembangunan Indonesia ke depan,” sambungnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






