Jumat, 15 Mei 2026

Prabowo Panggil Bos Danantara untuk Rapat Khusus di Istana

Penulis : Grace El Dora
20 Mei 2025 | 16:16 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan), Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani (kedua kiri), Chief Investment Officer (CIO) Pandu Patria Sjahrir (kiri), Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria (kanan), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (ketiga kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (ketiga kiri) menyanyikan Indonesia Raya saat Town Hall Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (28/4/2025). (Foto: B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan), Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani (kedua kiri), Chief Investment Officer (CIO) Pandu Patria Sjahrir (kiri), Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria (kanan), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (ketiga kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (ketiga kiri) menyanyikan Indonesia Raya saat Town Hall Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (28/4/2025). (Foto: B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto memanggil bos Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk rapat khusus di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Di antara yang terlihat hadir, antara lain CEO Danantara Rosan Roeslani hingga COO Danantara Dony Oskaria.

Rosan tiba di Istana Negara pukul 13.47 WIB, disusul Rosan tak lama setelahnya. Rosan belum memberikan pernyataan terkait pemanggilan tersebut, sementara Dony menyebutkan pihaknya akan melaporkan perkembangan mengenai Danantara kepada Presiden Prabowo.

Pagi ini, Dony Oskaria​​​​​​ mengungkapkan saat ini Holding Operasional Danantara tengah melakukan proses restrukturisasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui empat tahap yang dimulai dari business fundamental review. “Yang pertama adalah kita sedang melakukan business fundamental review, kita me-review keseluruhan daripada 888 (entitas) BUMN kita,” papar Dony dalam acara “Outlook Ekonomi DPR” di Jakarta, Selasa.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Dony menjelaskan Danantara melakukan reprofiling dan turnaround bisnis pada perusahaan-perusahaan BUMN. Tahap business fundamental review ini diharapkan bisa rampung pada Oktober 2025.

Tahap selanjutnya, Danantara akan membangun matriks industri. Dony mengingatkan, selama ini masing-masing perusahaan BUMN membangun konglomerasinya sendiri misalnya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang memiliki anak perusahaan dengan cakupan berbagai sektor yang tidak hanya terkait bisnis telekomunikasi.

Sebagai contoh, terdapat sektor logistik, asuransi, hingga perhotelan dengan skala kecil-kecil yang tersebar di berbagai perusahaan BUMN. Maka setelah matriks dikeluarkan, Dony mengatakan Danantara akan melakukan bisnis konsolidasi. “Bisnis konsolidasi ini kita lakukan akan selesai dalam 1-2 tahun ke depan. Akan terjadi lebih dari 350-an merger dan akuisisi yang akan kita lakukan. Sehingga nanti kita akan punya perusahaan yang skalanya menjadi besar,” terangnya.

Melalui konsolidasi tersebut, diharapkan Indonesia memiliki perusahaan berskala besar sehingga memiliki tingkat daya saing yang baik dan kuat serta dapat menjadi pemain di tingkat global.

“Ini akan terjadi dari 888 perusahaan (entitas BUMN). Kita harapkan ini akan menjadi kurang dari 200 perusahaan yang skalanya menjadi begitu besar dan memiliki kemampuan daya kompetisi yang kuat,” kata dia.

Tahap ketiga, yang dilakukan Holding Operasional paralel dengan tahap kedua, yaitu menulis ulang peta jalan dari masing-masing perusahaan BUMN. Ini termasuk menentukan indikator kinerja utama (KPI), melihat bisnis modelnya, menentukan revenue stream dan revenue parameter, dan indikator lain.

Terakhir, tahap keempat yaitu value creation. Dengan seluruh proses ini, ujar Dony, maka akan terjadi efisiensi di dalam pengelolaan BUMN. Menurutnya, dampak tidak langsungnya juga akan sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

“Jadi ini proses yang sangat luar biasa daripada pembentukan Danantara secara esensial. Bahwa ke depannya, BUMN-BUMN kita tentu akan menjadi perusahaan-perusahaan yang sehat, perusahaan-perusahaan yang mampu berkompetisi dengan baik dan juga memberikan nilai tambah kepada pembangunan Indonesia ke depan,” sambungnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia