Jumat, 15 Mei 2026

BPJS Kesehatan Tampilkan Strategi Inovatif Pembiayaan JKN di Jenewa

Penulis : Gesa Vitara
21 Mei 2025 | 19:48 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti hadir dalam acara The 78th World Health Assembly Side Meeting di Jenewa, Swiss. (BPJS Kesehatan/Istimewa)
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti hadir dalam acara The 78th World Health Assembly Side Meeting di Jenewa, Swiss. (BPJS Kesehatan/Istimewa)

JENEWA, investor.id — Indonesia kembali mencuri perhatian dunia lewat kiprah BPJS Kesehatan dalam ajang The 78th World Health Assembly Side Meeting di Jenewa, Swiss. Dalam forum bergengsi ini, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti memaparkan strategi pembiayaan inovatif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tampil sebagai pembicara utama Ghufron memaparkan keberhasilan Indonesia dalam mengelola Program JKN melalui pendekatan Domestic Resource Mobilization (DRM), atau mobilisasi sumber daya domestik sebagai strategi kunci untuk mencapai cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage).

Ghufron menyoroti pentingnya kemandirian pembiayaan sektor kesehatan melalui optimalisasi potensi dalam negeri, tanpa bergantung pada bantuan luar negeri. Menurutnya, Indonesia telah menunjukkan bahwa dengan manajemen yang transparan dan tata kelola yang kuat, pembiayaan kesehatan nasional dapat ditopang secara berkelanjutan.

"Hingga 16 Mei 2025, Program JKN telah mencakup 279,9 juta jiwa atau 98,25 persen dari total populasi masyarakat Indonesia. Pencapaian ini menjadikan JKN sebagai salah satu skema jaminan kesehatan sosial terbesar dan paling inklusif di dunia," ujar Ghufron.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Ghufron menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 11 tahun terakhir, pemanfaatan layanan kesehatan melalui JKN mengalami peningkatan yang signifikan. Dari 92 juta kunjungan layanan kesehatan pada 2014, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 700 juta kunjungan pada tahun 2024.

"Total pengeluaran pembiayaan layanan kesehatan selama periode tersebut mencapai 1.087 triliun rupiah, di mana beban terbesar berasal dari pembiayaan penyakit berbiaya katastropik seperti jantung, kanker, dan gagal ginjal kronis," terang Ghufron.

Sebagai bagian dari strategi DRM, BPJS Kesehatan mengembangkan berbagai inovasi sumber pembiayaan, antara lain melalui JKN Care Fund Community Program, yakni program donasi sukarela dari individu dan badan usaha, termasuk dana Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini ditujukan untuk membantu peserta JKN yang menunggak iuran, khususnya dari sektor informal.

"Sejak tahun 2021 hingga Maret 2025 telah terkumpul dana sebesar 12,7 miliar rupiah yang digunakan untuk membantu membayarkan iuran lebih dari 19 ribu peserta JKN," katanya.

Di sisi lain, pemanfaatan pajak rokok juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembiayaan JKN. Ghufron menerangkan, berdasarkan peraturan terbaru pemerintah daerah diwajibkan mengalokasikan 37,5 persen dari total penerimaan pajak rokok untuk mendukung pelaksanaan Program JKN. Pada tahun 2024, estimasi kontribusi dari skema ini mencapai lebih dari 10 triliun rupiah, menunjukkan potensi besar yang dapat digerakkan dari sumber fiskal lokal.

"Beragam inovasi telah dilakukan BPJS Kesehatan untuk memastikan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan Program JKN. Di antaranya adalah digitalisasi layanan, pemanfaatan big data, kecerdasan buatan untuk deteksi fraud, serta penguatan tata kelola data dan perlindungan privasi peserta. Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan mutu layanan kesehatan tetap terjaga dan menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, adil, dan tanpa diskriminasi," ujar Ghufron.

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia