Tak Ditemukan Unsur Pidana, Bareskrim Polri Hentikan Penyelidikan Soal Ijazah Jokowi
JAKARTA, investor.id - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri menyampaikan hasil penyelidikan atas pengaduan masyarakat terkait dugaan tindak pidana dalam ijazah S1 Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Pengaduan tersebut disampaikan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) atas dugaan kepemilikan ijazah palsu Jokowi.
Dari hasil penyelidikan ini, Polri menyatakan tak ada unsur pidana berkaitan dengan isu ijazah Jokowi. Kepolisian telah menggali keterangan banyak saksi maupun menganalisis berbagai dokumen terkait untuk kemudian menarik kesimpulan.
"Tidak ditemukan adanya tindak pidana," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Kesimpulan ini berdasarkan hasil ekspose yang dilakukan kepolisian. Dengan demikian, kepolisian memutuskan untuk menghentikan penyelidikan.
Bareskrim Polri sebelumnya telah memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus tudingan ijazah palsu.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengambil ijazah yang sebelumnya sempat diperiksa Bareskrim untuk proses penyelidikan dalam rangka kelanjutan aduan dari Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana.
"Saya menerima undangan dari Bareskrim untuk memberikan keterangan atas aduan dari masyarakat kepada Bareskrim, dan saya memenuhi undangan itu. Sekaligus saya mengambil ijazah yang saat lalu diantarkan ke Bareskrim dan sudah saya ambil," ujar Jokowi di gedung Bareskrim, Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Seusai menjalani pemeriksaan selama 1 jam, Jokowi keluar dari gedung Bareskrim Polri dengan menenteng ijazah yang disimpan dalam sebuah map hitam. Namun, ia enggan menunjukkan kepada awak media. Dia menegaskan, ijazahnya akan ditunjukkan ketika diminta oleh majelis hakim dalam persidangan.
"Ini supaya semuanya jelas dan gamblang, lembaga yang paling kompeten di mana saya menunjukkan ijazah yaitu nanti di pengadilan nanti," ujarnya.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






