Menumpas Kekhawatiran Ekonomi Indonesia Pasca Penurunan Suku Bunga Acuan
JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada Rabu (21/5/2025) lalu. Sejatinya, penurunan suku bunga acuan ini telah diprediksi oleh banyak ekonomi dan pelaku pasar. Namun, Masih ada dampak negatif yang membayangi perekonomian Indonesia usai BI mengambil langkah tersebut.
Secara teori, penurunan suku bunga acuan berpotensi memperlemah nilai tukar mata uang dan mengurangi daya tarik aset keuangan di mata investor asing. Meski demikian, Ekonom Bank Mandiri Dian Ayu optimis penurunan suku bunga acuan BI telah melalui berbagai pertimbangan untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia.
"Tentunya sudah ada assessment yang hati-hati melihat perkembangan di pasar keuangan, terutama terkait dengan currency atau nilai tukar rupiah. Sejauh ini secara fundamental, sebenarnya posisi rupiah masih cukup baik," ungkap Dian kepada B-Universe, Jumat (23/5/2025).
Dian menyoroti data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2025 yang mencatatkan defisit US$ 800 juta, yang lebih rendah dibandingkan NPI kuartal I-2024 sebesar US$ 6 miliar.
"Artinya, secara fundamental nilai tukar rupiah kita sebenarnya lebih kuat, dan juga cadangan devisa kita juga masih cukup tinggi. Artinya memang periode Q1 dan Q2 mungkin kita akan melihat ada permintaan dolar yang lebih tinggi, biasanya untuk dividend payment atau untuk impor. Secara historis, kegiatan ekonomi biasanya naik pada periode tersebut. Itu juga akan memengaruhi dinamika nilai tukar rupiah," terang Dian.
Sebagai informasi, BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2025 sebesar US$ 152,5 miliar. Angka ini mencerminkan penurunan dibandingkan posisi pada Maret 2025 sebesar US$ 157,1 miliar.
"Tapi, sejauh ini kita lihat situasi pasar cenderung cukup baik. Pasar saham menguat, nilai tukar rupiah juga menguat, pasar obligasi juga cukup bagus performanya. Jadi menurut saya ini timing yang tepat untuk menurunkan suku bunga," tandasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






