Jumat, 15 Mei 2026

Perluasan Rute Baru Transjakarta Dinilai Dapat Kurangi Kemacetan di Jakarta

Penulis : Maria Gabrlelle
25 Mei 2025 | 18:56 WIB
BAGIKAN
Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Banten Andra Soni meresmikan rute baru Tranjabodetabek Blok M-Alam Sutera, Kamis (24/4/2025)
Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Banten Andra Soni meresmikan rute baru Tranjabodetabek Blok M-Alam Sutera, Kamis (24/4/2025)

AKARTA, investor.id – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperluas rute Transjabodetabek dinilai positif dan dapat mengurai kemacetan di ibu kota. Hal ini membutuhkan koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah kota sekitarnya.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, masalah kemacetan di Jakarta dapat diatasi dengan koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pemerintah kota sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. 

"Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung cukup tanggap dengan situasi bagaimana mengatasi kemancetan yang ada di Kota Jakarta," ujar Djoko kepada Beritasatu, Minggu (25/5/2025).

ADVERTISEMENT

Diketahui, Gubernur Pramono Anung terus memperluas rute Transjabodetabek. Hingga saat ini sudah ada tiga rute yang diluncurkan yakni Alam Sutera - Blok M, Vida Bekasi - Cawang dan PIK 2 - Blok M.

"Nanti masih kurang 3 lagi yang akan masuk ke Kota Jakarta. Tentunya ini akan mempermudah atau meringankan atau mengurangi lah, terutama sepeda motor, agar mereka beralih menggunakan angkutan umum," ungkap Djoko.

Djoko melanjutkan karena dari halte-halte yang dilewati di rute tersebut masih memerlukan feeder menuju ke kawasan perumahan-perumahan yang ada. Karena itu, perlu inisiatif dari pemerintah kota Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. 

Apabila fasilitas feeder dari halte menuju pemukiman warga ini tersedia. Harapannya, semakin banyak warga yang memilih untuk menggunakan kendaraan umum daripada membawa kendaraan pribadi.

"Nah, perumahan yang ada itu tidak begitu jauh sebenarnya, ini perlu inisiatif dari pemerintah kota atau kabupaten di Bodetabek dan ternyata nggak sampai 10 km paling, kisaran 0 sampai 5 km rata-rata seperti itu. Jadi perlu feeder. Ya, kalau sudah seperti itu nanti peminatnya akan makin bertambah," kata Djoko.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia