Jumat, 15 Mei 2026

Pramono Dorong Good Governance untuk Tarik Investor Tanam Modal di Jakarta

Penulis : Hendro Dahlan Situmorang
15 Jun 2025 | 22:12 WIB
BAGIKAN
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat talkshow
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat talkshow

JAKARTA, investor.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan mendorong transparansi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Cara ini menurutnya dapat menarik dan menumbuhkan rasa percaya (trust) bagi investor untuk turut mengembangkan Jakarta.

"Diperlukan adanya transparansi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) yang menjadi modal utama untuk menarik minat investor," kata Pramono saat talkshow 'Future Talk with Endgame: What's Jakarta's Future?' di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Minggu (15/6/2025). 

Menurutnya, transparansi keterbukaan dan clean and good governance menjadi kata kunci kalau ingin membuat investor merasa nyaman datang ke Jakarta. Itulah yang akan dilakukan pemerintah provinsi yang dipimpin Pramono.

ADVERTISEMENT

Melalui transparansi pemerintahan, Pramono meyakini akan tercipta kepercayaan dari masyarakat dan juga investor. Ia menegaskan, kepercayaan juga menjadi kunci utama bagi investor untuk menanamkan modalnya di Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga menjalin kerja sama dengan universitas-universitas dunia seperti Georgetown University dan Nottingham University, guna membangun citra Jakarta sebagai kota yang terbuka dan meningkatkan kepercayaan investor internasional. 

"Saya mengatakan di dalam internal Balai Kota, kita harus memulai membangun trust lebih dahulu," kata nya.

Dia menyinggung masalah lamanya perizinan Koefisien Luas Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang kerap menjadi kendala di masa lalu. Karena itu, ia mendorong adanya kepastian waktu penyelesaian perizinan di Jakarta.

Pramono juga menyebut, Pemprov DKI akan menggunakan dana hasil kompensasi KLB untuk pembangunan fasilitas publik, seperti pengembangan kawasan Blok M dan tiga taman di sekitarnya yakni Ayodya, Langsat, Leuser. 

"Blok M yang akan kita bangun Transit Oriented Development (TOD)-nya, Bundaran HI demikian juga. Dari mana untuk membangun itu, kan enggak mungkin dari APBD. Dari situ (KLB)," urai dia.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia