Jumat, 15 Mei 2026

Danantara Akan Kelola Dana Kucuran Dividen BUMN Rp150 Triliun

Penulis : Bambang Ismoyo
18 Jun 2025 | 17:31 WIB
BAGIKAN
Chief Operating Officer/ COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias BPI Danantara Dony Oskaria (tengah) mengungkapkan besaran dividen yang akan dikelola oleh pihaknya. (Foto: B-Universe/ Bambang Ismoyo)
Chief Operating Officer/ COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias BPI Danantara Dony Oskaria (tengah) mengungkapkan besaran dividen yang akan dikelola oleh pihaknya. (Foto: B-Universe/ Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria mengungkapkan besaran dividen yang akan dikelola oleh pihaknya. Adapun, untuk tahun ini diperkirakan total besaran dividen yang dikelola Danantara senilai Rp 150 triliun.

Menurut Dony, angka tersebut akan dikelola ke dalam investasi yang berkelanjutan. "Tentu saja dividen itu merupakan setoran dari seluruh BUMN, yang kemudian akan menjadi investasi kita. (Totalnya Rp 150 triliun) ya sekitar itu," beber Dony Oskaria saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Dony turut menanggapi skema Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk perusahaan-perusahaan pelat merah, yang kini berubah setelah terbentuknya Danantara. Adapun diketahui, suntikan modal untuk BUMN tidak lagi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), namun langsung dari Danantara.

ADVERTISEMENT

Dony membeberkan, PMN nantinya sudah tidak ada lagi. Namun, menjadi modal atau equity yang dihasilkan dari keuntungan BUMN lainnya yang akan diberikan dari Danantara kepada perusahaan-perusahaan pelat merah yang memerlukan suntikan dana.

Meski demikian, ia tetap memastikan suntikan modal atau equity dari Danantara ke BUMN tetap berlandaskan pertimbangan Business Plan dari perusahaannya, keadaan industri, dan yang pasti tetap dilakukan secara transparan. "Kita menilai (berdasarkan) Business Plan dari perusahaannya, industrinya, dan dalam pemberian equity injection kepada perusahaan-perusahaan itu kita memiliki parameter yang cukup ketat," kata Dony.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani sempat menekankan pentingnya investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. “Investasi adalah komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, menyumbang sekitar 29% setelah konsumsi rumah tangga yang mencapai 53%,” tutur Rosan dalam keterangan tertulisnya.

Dalam 10 tahun terakhir, kata Rosan, total investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 9.100 triliun dan diharapkan meningkat menjadi Rp 13.000 triliun dalam lima tahun ke depan, guna mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029.

Rosan mengungkapkan Danantara akan mengelola aset sebesar Rp 15.000 triliun. Menariknya, pendanaan Danantara tidak lagi bergantung pada penyertaan modal negara melalui APBN, melainkan dari dividen perusahaan negara yang akan dikelola ulang untuk proyek-proyek strategis.

"Dividen yang sebelumnya langsung masuk ke negara, kini bisa kita manfaatkan untuk investasi di sektor industri yang menciptakan quality jobs,” imbuhnya.

Rosan memperkirakan pada tahun ini saja, Danantara akan menerima laba sebesar US$ 7 miliar atau setara dengan sekitar Rp 120-150 triliun yang akan digunakan untuk mendorong pertumbuhan sektor riil.

Investasi, menurut Rosan, bukan hanya soal menanam modal tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah dan efisiensi, terutama bagi BUMN yang selama ini belum optimal. "Danantara akan menjadi jembatan untuk meningkatkan kepercayaan investor asing. Dengan dana yang kami miliki, kami bisa leverage investasi menjadi empat hingga lima kali lipat dari jumlah awal,” sebutnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 16 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia