Kejagung Minta Keterangan Google Soal Laptop Chromebook Dipilih Kemendikbudristek
JAKARTA, investor.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil humas dan marketing Google untuk diminta keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek. Penyidik menilai keterangan dari pihak Google ini dapat membuat terang kasus itu.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar mengatakan, penyidik sudah mengagendakan dua orang dari Google, dari pihak humas dan bagian marketing. Namun, pihak humas minta penundaan menjadi awal Juli.
“Sedangkan dari pihak marketing-nya bahwa dijadwalkan besok akan dilakukan pemeriksaan. Jadi kita tunggu nanti bagaimana perkembangannya," kata Harli, di kantor Kejagung, Jakarta, Senin (30/6/2025).
Kejagung hendak mendalami proses pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek tersebut melalui pihak Google. Karena Chromebook merupakan produk dari Google.
Salah satu materi yang hendak penyidik dalami adalah keputusan memilih laptop Chromebook untuk pengadaan proyek digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek.
"Bagaimana penawaran yang diberikan oleh pihak Google ini sehingga Chromebook ini bisa menjadi pilihan, bukan Windows misalnya. Tentu ini akan didalami. Makanya pihak marketing-nya kan direncanakan akan dipanggil dan diperiksa," ujar Harli.
Disampaikan Harli, hingga saat ini penyidik Kejagung telah memeriksa sekitar 40 saksi dalam kasus ini. Dari keterangan para saksi, pihaknya akan segera menyimpulkan terkait siapa saja pihak-pihak yang dapat diproses hukum atas dugaan korupsi tersebut.
Diketahui, Kejagung mengendus dugaan persekongkolan jahat di balik proyek tersebut. Diduga telah ada arahan untuk tim teknis membuat kajian seputar pengadaan tersebut.
Diduga ada arahan supaya dalam proyek ini menggunakan laptop berbasis operating system Chromebook. Padahal, langkah ini tak sesuai dengan kebutuhan, bahkan disimpulkan tidak efektif untuk dijalankan.
Langkah itu dinilai tak efektif mengingat pengoperasian Chromebook membutuhkan internet. Sedangkan infrastruktur internet di Indonesia belum sepenuhnya merata hingga ke daerah-daerah.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






