Jumat, 15 Mei 2026

Kejagung Minta Keterangan Google Soal Laptop Chromebook Dipilih Kemendikbudristek

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
30 Jun 2025 | 15:43 WIB
BAGIKAN
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Harli Siregar.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Harli Siregar.

JAKARTA, investor.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil humas dan marketing Google untuk diminta keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek. Penyidik menilai keterangan dari pihak Google ini dapat membuat terang kasus itu.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar mengatakan, penyidik sudah mengagendakan dua orang dari Google, dari pihak humas dan bagian marketing. Namun, pihak humas minta penundaan menjadi awal Juli. 

“Sedangkan dari pihak marketing-nya bahwa dijadwalkan besok akan dilakukan pemeriksaan. Jadi kita tunggu nanti bagaimana perkembangannya," kata Harli, di kantor Kejagung, Jakarta, Senin (30/6/2025).

ADVERTISEMENT

Kejagung hendak mendalami proses pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek tersebut melalui pihak Google. Karena Chromebook merupakan produk dari Google.

Salah satu materi yang hendak penyidik dalami adalah keputusan memilih laptop Chromebook untuk pengadaan proyek digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek.

"Bagaimana penawaran yang diberikan oleh pihak Google ini sehingga Chromebook ini bisa menjadi pilihan, bukan Windows misalnya. Tentu ini akan didalami. Makanya pihak marketing-nya kan direncanakan akan dipanggil dan diperiksa," ujar Harli.

Disampaikan Harli, hingga saat ini penyidik Kejagung telah memeriksa sekitar 40 saksi dalam kasus ini. Dari keterangan para saksi, pihaknya akan segera menyimpulkan terkait siapa saja pihak-pihak yang dapat diproses hukum atas dugaan korupsi tersebut.

Diketahui, Kejagung mengendus dugaan persekongkolan jahat di balik proyek tersebut. Diduga telah ada arahan untuk tim teknis membuat kajian seputar pengadaan tersebut.

Diduga ada arahan supaya dalam proyek ini menggunakan laptop berbasis operating system Chromebook. Padahal, langkah ini tak sesuai dengan kebutuhan, bahkan disimpulkan tidak efektif untuk dijalankan.

Langkah itu dinilai tak efektif mengingat pengoperasian Chromebook membutuhkan internet. Sedangkan infrastruktur internet di Indonesia belum sepenuhnya merata hingga ke daerah-daerah.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia