Kupas Manfaat AI untuk Lawan Ancaman Siber dalam Fintech
Menanggapi isu peningkatan ancaman siber siber dalam ekosistem digital, melalui forum CTO/ CIO Connect 2025 ini, para pimpinan dan pemain kunci divisi teknologi di perusahaan-perusahaan fintech, perbankan, dan penyedia teknologi berkumpul untuk berbagi wawasan mengenai pemanfaatan AI sebagai salah satu strategi efektif menghadapi modus kejahatan siber yang semakin kompleks di industri fintech.
Dalam sambutan pembuka, Wakil Ketua Umum VII AFTECH Haryati Lawidjaja menekankan pentingnya peran para CTO, CIO, dan pemimpin teknologi.
"Tidak hanya dalam memilih solusi teknologi bagi proses bisnis perusahaan, tetapi juga dalam memastikan keberlanjutan dari solusi tersebut, serta memastikan adopsi solusi teknologi dalam perusahaan memenuhi standar kepatuhan atas peraturan perundang-undangan dan standar industri yang berlaku, khususnya terkait keamanan siber," terang Haryati.
Baca Juga:
Kursi Pijat Pun Kini Berteknologi AIIa melanjutkan, sebagai bagian dari fungsi AFTECH dalam mengembangkan kapasitas anggotanya, kami mendorong komunitas CTO/ CIO serta program kerjanya. Termasuk kegiatan yang diselenggarakan hari ini melalui kolaborasi dengan Amazon Web Services (AWS).
“CTO/ CIO Forum AFTECH diharapkan terus konsisten menjadi wadah untuk berbagi praktik terbaik, mendalami inovasi, serta memperkuat sinergi antara anggota AFTECH, regulator dan mitra teknologi,“ tukas Haryati dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (19/7/2025).
Sementara itu, Ketua Departemen Cloud AFTECH selaku Head of Startup Ecosystem AWS Indonesia Brata Rafly dalam penyampaian Opening Remarks menekankan pelaku jasa fintech di Indonesia itu memiliki peran yang sangat penting. Yang pertama pastinya karena pelaku fintech itu drive financial integration dan inclusion.
"Dan yang kedua juga tak kalah penting, kita juga harus sadar bahwa global competition itu selalu ada di negeri kita, jadi kita harus mengingat bahwa perusahaan fintech itu harus menjadi mercusuar yang menunjukkan shine the light tentang technology adaptation bagi perusahaan lain di Indonesia," sambung Brata.
“Jadi saya berharap bahwa forum hari ini itu menjadi forum yang pertama dan kita bisa beresolusi tentang bagaimana kita mempercepat inovasi dengan lain-lain, bagaimana kita membangun security culture yang bisa membangun kepercayaan masyarakat dan juga bagaimana kita bisa saling sharing best practice," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama dalam penyampaian keynote remarks, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Alexander Sabar menyampaikan terdapat tiga hal yang harus kita tangani secara serius agar kemanfaatan AI tidak hanya efektif secara teknis tetapi juga selaras dengan kepentingan bisnis, etika, dan regulasi.
Ia menjelaskan, hal pertama adalah tata kelola dan etika. Komdigi telah mengeluarkan surat edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 tahun 2023 tentang etika kecerdasan artifisial. Hal ini menunjukkan intensi Komdigi untuk terus berada di garda terdepan dalam pengembangan AI.
Kedua, interoperabilitas dan integrasi teknologi. Masih banyak perusahaan, baik besar maupun startup yang dibangun di atas sistem warisan (legacy system). Mengintegrasikan AI ke dalam sistem lama, sembari menjaga performa dan keamanan, memerlukan pendekatan yang cermat.
Baca Juga:
Teknologi AI Rambah Produk TV dan ACEditor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





