Jumat, 15 Mei 2026

Satgas Pangan Belum Sasar Pelaku Ritel dalam Usut Beras Oplosan

Penulis : Muhammad Farhan
24 Jul 2025 | 19:22 WIB
BAGIKAN
Anggota Satgas Pangan menyusun barang bukti berupa beras kemasan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025). (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)
Anggota Satgas Pangan menyusun barang bukti berupa beras kemasan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025). (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Satgas Pangan Polri memastikan investigasi praktik beras oplosan belum menyasar kepada pelaku ritel atau minimarket. Hal ini disampaikan mengingat merek yang diungkap Satgas Pangan banyak dijual di minimarket atau ritel-ritel populer di masyarakat.

Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, penyelidikan tim gabungan Satgas Pangan belum menemukan unsur mens rea atau kesengajaan dari para pelaku ritel yang menjual beras oplosan di pasaran. 

"Terkait dengan ritel yang dititipkan beras oplosan, secara mens rea kejahatan, belum kita dapatkan," tegas Helfi saat jumpa pers, Kamis (24/7/2025).

ADVERTISEMENT

Helfi mengatakan, apabila dalam proses penyelidikan selanjutnya ditemukan keterangan bahwa ada kesepakatan antara produsen beras dengan ritel, maka Satgas Pangan akan menindak segera guna mendalami keterangan lebih lanjut.

Helfi mengatakan pihaknya juga menemukan fakta terdapat surat keterangan dari para pelaku usaha ritel modern kepada para produsen beras yang menitipkan beras di sana. Dalam surat tersebut  produk beras yang dititipkan merupakan tanggung jawab dan sesuai ketentuan dari produsen beras. 

"Artinya semua jenis beras yang dititipkan di ritel modern, menjadi tanggung jawab produsen. Jadi itu menjadi jaminan bahwa barang yang dijual sudah tidak masalah menurut produsen beras," tutur Helfi.

Diketahui, Satgas Pangan Polri menindaklanjuti dengan langkah penyelidikan ke pasar tradisional dan retail modern, pengambilan sampel, uji laboratorium, dan pengumpulan keterangan saksi serta ahli. Hasil uji laboratorium mengungkap 5 merek beras premium yang tidak memenuhi standar mutu, yakni:

1. Setra Ramos Merah

2. Setra Ramos Biru

3. Setra Pulen

4. Sania

5. Jelita

Adapun tiga produsen yang bertanggung jawab terhadap produk tersebut adalah PT PIM (produsen merek Sania), PT FS (produsen Setra Ramos Merah, Biru, dan Pulen), Toko SY (produsen Jelita). 

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 44 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia