Jumat, 15 Mei 2026

Satgas Temukan Praktik Nakal Pedagang, Jual Beras Curah dalam Kemasan Premium

Penulis : Eka Jaya Saputra
30 Jul 2025 | 16:45 WIB
BAGIKAN
Satgas Pangan Kabupaten Bekasi melakukan sidak ke pedagang beras yang ada di sejumlah pasar tradisional, swalayan, dan pasar modern, Rabu (30/7/2025)
Satgas Pangan Kabupaten Bekasi melakukan sidak ke pedagang beras yang ada di sejumlah pasar tradisional, swalayan, dan pasar modern, Rabu (30/7/2025)

BEKASI, investor.id – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Bekasi menemukan praktik nakal penjualan beras di tingkat pedagang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat. Sidak melibatkan Dinas Perdagangan dan kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Agta Bhuana Putra mengatakan, sidak tersebut merupakan implementasi dari Satgas Pangan Kabupaten Bekasi guna memastikan warga Kabupaten Bekasi mendapatkan beras layak konsumsi. 

"Jadi kalau memang berasnya curah, dijual curah. Tidak perlu dikemas ulang, pun kalau memang mau dikemas, silakan dalam bentuk kemasan yang polos," tuturnya saat melakukan sidak di pasar modern, Grand wisata, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (30/7/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Agta, modus yang dilakukan para penjual nakal ini dengan mengemas ulang beras curah ke dalam kemasan beberapa merek beras premium, seperti Rojolele, Pandanwangi, Jambu, dan BMW.

Kendati menemukan praktik nakal, Agta bersama Dinas Perdagangan belum memberikan tindakan atau sanksi, karena masih dalam tahapan untuk memberikan edukasi kepada para pedagang. Bila, ke depan masih ditemukan kejadian serupa, kata Agta, Satgas Pangan tak segan menindak tegas.

Menurut Agta, ada kendala dalam menelusuri distributor beras serta karung kosong beras beremek yang diperoleh para pedagang. Karena barang tersebut diperoleh pedagang dari wilayah Jakarta dan Karawang. Agta mengatakan perlu berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polda Jabar.

"Jadi inilah yang menjadi kendala, mungkin nanti kita juga akan berkoordinasi dengan Polda dan dinas perdagangan di kota masing-masing. Kita akan laksanakan supaya ini sesuai dengan instruksi Bapak Presiden untuk tidak ada lagi beras oplosan,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmi Yenti menjelaskan, praktik curang para pedagang itu juga terindikasi melakukan pengoplosan beras dari kualitas rendah dioplos dengan beras kualitas tinggi. 

“'Yang rata-rata mereka lakukan adalah mengemas kembali beras curah yang mereka beli dari Cipinang. Itu kan ada indikasi kemungkinan melakukan oplosan, tapi baru indikasi" sebutnya.

Selain sidak ke swalayan dan pasar modern, Helmi mengaku sidak juga dilakukan ke pasar-pasar tradisional. Helmi mengaku sejauh ini temuan yang ada adalah beras medium yang dioplos, serta beras curah yang dikemas dalam kemasan beras premium bermerk.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 57 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 59 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia