Jumat, 15 Mei 2026

Penggilingan Kecil Panen Berkah di Tengah Fenomena Beras Oplosan

Penulis : Grace El Dora
20 Aug 2025 | 16:35 WIB
BAGIKAN
Pekerja melakukan distribusi usai pengisian beras 5 kilogrm di Komplek Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Rabu (21/2/2024). Sebanyak 15 juta  Kilogram (kg) atau 15.000 ton beras premium segera dikirimkan ke toko ritel modern se-Jabodetabek. Hal ini untuk mengatasi kelangkaan beras premium di sejumlah gerai ritel modern di Jabodetabek. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Pekerja melakukan distribusi usai pengisian beras 5 kilogrm di Komplek Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Rabu (21/2/2024). Sebanyak 15 juta Kilogram (kg) atau 15.000 ton beras premium segera dikirimkan ke toko ritel modern se-Jabodetabek. Hal ini untuk mengatasi kelangkaan beras premium di sejumlah gerai ritel modern di Jabodetabek. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

CIMAHI, investor.id – Kasus penurunan mutu beras premium yang diproduksi konglomerasi besar, ditambah maraknya isu beras oplosan, telah memicu krisis kepercayaan di kalangan konsumen. Fenomena ini justru membawa berkah bagi penggilingan padi kecil dan menengah yang kini kebanjiran pesanan, baik untuk beras curah maupun beras hasil gilingan langsung dari petani.

Haji Anwar selaku pemilik penggilingan padi di Jalan Lapang Tembak Selatan, Kelurahan Padasuka, Cimahi mengaku usahanya kembali ramai dikunjungi masyarakat sejak isu oplosan merebak. Usaha yang sudah berdiri sejak 1980-an ini hanya menggiling hasil panen petani sekitar dengan tarif Rp 600 per kilogram (kg) gabah. 

Anwar menuturkan, sejak isu beras oplosan ramai diberitakan, masyarakat menjadi lebih berhati-hati membeli beras di pasar maupun ritel modern. Sebagai gantinya, mereka memilih membeli langsung dari penggilingan padi yang dianggap lebih terpercaya.

ADVERTISEMENT

“Karena banyak berita soal oplosan, sekarang orang lebih sering beli langsung ke sini,” ujar Anwar, belum lama ini.

Meski kapasitas penggilingan per hari rata-rata hanya 40 kg hingga satu kuintal karena lahan sawah semakin terbatas, sejak ramai kasus beras oplosan masyarakat lebih percaya membeli langsung ke penggilingan kecil. Bahkan pemerintah daerah dan kepolisian setempat sempat melakukan pengecekan untuk memastikan beras yang digiling memang berasal dari petani lokal.

Fenomena serupa terjadi di Cianjur yang dirasakan Haji Solihat selaku pemilik penggilingan padi di Kampung Citapen, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber.

“Penggilingan kecil menerima banyak orderan karena mereka jual dalam bentuk curah. Kualitasnya tidak terlalu difokuskan, yang penting harga,” jelas Solihat.

Menurutnya, menurunnya kepercayaan terhadap beras premium membuat konsumen beralih ke beras medium dari penggilingan kecil. 

“Bagi pembeli, kualitasnya mirip-mirip, tidak masalah kalau curah asalkan harganya terjangkau,” tambahnya. 

Kondisi ini membuat penggilingan kecil yang biasanya hanya beroperasi sekitar enam bulan setahun kini bisa bekerja lebih lama.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia