Jumat, 15 Mei 2026

Mentan Amran Sebut Harga Beras Turun Pasca SPHP

Penulis : Grace El Dora
23 Aug 2025 | 23:17 WIB
BAGIKAN
Mentan Amran saat meninjau Pasar Bulu, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Istimewa)
Mentan Amran saat meninjau Pasar Bulu, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Istimewa)

SEMARANG, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan harga beras di 13 provinsi tercatat turun pasca operasi pasar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini, menurut Mentan Amran, memberikan dampak positif terhadap penurunan harga beras.

“Alhamdulillah kita melihat operasi pasar SPHP yang sekarang penyaluran hariannya sudah 6.000 ton. Kita target naik 7.000 ton kemudian 10.000 ton per hari. Ini sudah berdampak baik menurunkan harga di 13 provinsi, mungkin sudah 15 provinsi sudah turun harga. Ini sangat baik untuk kita semua,” kata Mentan Amran saat meninjau Pasar Bulu, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025).

Mentan Amran menerangkan, operasi pasar ini akan berlangsung hingga Desember 2025 dengan total penyaluran 1,3 juta ton beras di seluruh Indonesia. Menurutnya, sinergi pemerintah dengan berbagai instansi termasuk TNI/ Polri turut mempercepat stabilisasi harga.

ADVERTISEMENT

Selain operasi pasar, Mentan Amran menjelaskan faktor lain yang dapat menurunkan harga beras. Ia menyebut peningkatan serapan gabah petani yang berdampak pada harga padi juga berdampak pada harga beras.

Mentan Amran Sebut Harga Beras Turun Pasca SPHP
enteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan harga beras di 13 provinsi tercatat turun pasca

”Kami perhatikan serapan gabah meningkat dari 3.000 ton menjadi 6.000 ton per hari. Artinya, harga beras di hilir turun, dan serapan gabah di petani meningkat. Namun kita tetap menjaga agar harga gabah minimal sesuai HPP Rp 6.500 per kilogram sehingga petani tetap sejahtera dan konsumen bisa tersenyum,” kata dia.

Mentan Amran juga menekankan capaian penting lain yang patut disyukuri, yakni stok beras nasional yang melimpah hingga empat juta ton. Kondisi ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu ketika Indonesia masih harus mengimpor hingga tujuh juta ton beras.

“Hari ini kita bisa penuhi kebutuhan sendiri tanpa impor. Ini pencapaian besar di tengah banyak negara lain yang justru kesulitan beras. Kita patut bersyukur, stok kita tinggi, harga mulai turun, dan tidak ada impor beras," tegasnya.

Di samping itu, dirinya memastikan kelancaran produksi pangan dengan adanya panen di berbagai sentra produksi. Dengan skema HPP yang ditetapkan oleh pemerintah, para petani mendapatkan kepastian harga dan hal ini turut menstimulus produksi padi sepanjang tahun serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Masyarakat tidak perlu khawatir, kata Mentan Amran, karena ketersediaan beras nasional sejatinya aman.

“Pemerintah bekerja keras memastikan kesejahteraan petani terjaga, sementara masyarakat memperoleh harga yang terjangkau. Dengan operasi pasar yang terus berlanjut, kami pastikan harga beras akan semakin turun dalam beberapa pekan ke depan. Dan masyarakat tidak perlu khawatir, ketersediaan beras kita aman, stok beras di Bulog tinggi, kita sedang gelontorkan, ditambah panen dimana-mana,” pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia