Jumat, 15 Mei 2026

Titiek Soeharto Sebut Urusan Harga Beras Ada di Bapanas, Bukan Kementan

Penulis : Grace El Dora
27 Aug 2025 | 13:19 WIB
BAGIKAN
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto

JAKARTA, investor.id – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto menyebutkan soal pentingnya kejelasan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam pengelolaan pangan nasional. Titiek Soeharto menekankan urusan penetapan harga beras bukanlah kewenangan Kementerian Pertanian (Kementan), melainkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Titiek Soeharto menambahkan pentingnya kejelasan tupoksi agar publik memahami produksi beras merupakan tanggung jawab Kementerian Pertanian, sedangkan penetapan harga adalah kewenangan Bapanas. Ia juga meminta Bapanas menghitung ulang besaran HET yang ditetapkan dengan mempertimbangkan Harga Pokok Produksi (HPP) di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram.

“Kita ngerti kalau masalah harga itu urusannya bukan di Kementerian Pertanian. Urusan produksi ada di Kementerian Pertanian, sementara urusan penetapan harga di Bapanas. Jadi ini khalayak juga tahu bahwa untuk penentuan harga bukan tupoksinya Kementan,” jelas Titiek dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (27/8/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam Rapat Komisi IV DPR RI pada 21 Agustus 2025 lalu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menegaskan sesuai Perpres Nomor 66 Tahun 2021, kewenangan penetapan harga beras memang berada di Bapanas.

“Kalau mengacu pada Perpres 66 tahun 2021 maka harga itu yang menentukan Bapanas, yang menentukan cadangan pangan nasional itu Bapanas, yang menentukan harga eceran tertinggi adalah Badan Pangan Nasional,” tambahnya.

Pernyataan itu seiring dengan langkah Bapanas yang resmi menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp 1.000-2.000 per kilogram melalui Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025. Kebijakan ini disebut sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi beras di dalam negeri.

Menurut Bapanas, penyesuaian kenaikan HET dari Rp 12.500 menjadi Rp 13.500 per kilogram untuk sebagian besar wilayah nasional hingga Rp 15.500 di Papua serta Maluku. Dengan demikian, diperlukan agar industri penggilingan tidak terbebani serta untuk meratakan disparitas harga antarjenis beras.

“Bahwa harga eceran tertinggi beras di tingkat konsumen sudah tidak sesuai dengan perkembangan struktur biaya produksi dan distribusi saat ini, sehingga untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga beras, perlu dilakukan evaluasi terhadap harga eceran tertinggi beras,” bunyi keputusan yang ditandatangani Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi itu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam forum Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR yang sama, mengingatkan urusan harga bukanlah tugas pokok Kementerian Pertanian, namun pihaknya tetap merasa terpanggil karena menyangkut kepentingan rakyat khususnya petani.

“Tapi kami merasa bertanggung jawab karena kami bersama petani. Sebenarnya bukan urusan kami, kalau kami mau buang badan dan diam saja, masalah beras bisa lebih parah lagi. Hanya saja desakannya datang ke kami. Yang penting kita sepakat, jangan nanti pertanyaan soal harga selalu ke Menteri Pertanian lagi, karena itu tupoksinya Bapanas,” tegas Amran.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia