Jumat, 15 Mei 2026

Selidiki Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Penulis : Andrew Tito
2 Sep 2025 | 12:01 WIB
BAGIKAN
Robot Iron Man milik Ahmad Sahroni yang dijarah warga.
Robot Iron Man milik Ahmad Sahroni yang dijarah warga.

JAKARTA, investor.id - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Metro Jakarta Utara telah memeriksa lima orang terkait dugaan penjarahan rumah milik mantan Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni. Peristiwa itu dipicu gelombang protes masyarakat atas pernyataan kontroversial Sahroni yang dianggap menyinggung publik.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara Ipda Maryati Jonggi membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Namun, pihaknya belum menetapkan siapa pun sebagai tersangka. 

“Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara belum ada mengamankan, tetapi sudah ada lima orang yang diperiksa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (2/9/2025).

ADVERTISEMENT

Meski sudah memeriksa sejumlah pihak, Jonggi enggan memerinci identitas mereka. Ia menegaskan bahwa penyidik masih mendalami kasus untuk mengumpulkan bukti-bukti yang lebih kuat.

“Saat ini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara sedang lakukan penyelidikan terkait aksi penjarahan rumah Ahmad Sahroni,” jelasnya.

Hingga kini, Ahmad Sahroni belum membuat laporan resmi ke polisi. Namun, proses penyelidikan tetap berjalan. Bahkan, salah satu barang yang sempat dijarah, yakni sebuah jam tangan, disebut sudah dikembalikan ke staf pribadi Sahroni. 

“Ada jam tangan yang sempat dijarah. Itu sudah dikembalikan ke stafnya,” ungkap Jonggi.

Insiden penjarahan rumah Ahmad Sahroni terjadi pada Sabtu (30/8/2025) sore. Massa yang diduga merupakan warga sekitar mendatangi kediaman Sahroni setelah pernyataannya soal isu pembubaran DPR menuai kecaman. Situasi memanas dan berujung pada penjarahan sejumlah barang berharga.

Menurut informasi, beberapa barang mewah raib dari rumah tersebut, mulai dari tas branded, jam tangan, hingga sejumlah uang tunai. Sejumlah potret kondisi rumah Sahroni yang berantakan juga sempat beredar di media sosial dan memicu perhatian luas masyarakat.

Kasus ini bermula dari gelombang protes publik menentang kenaikan gaji anggota DPR yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Kritik terhadap kebijakan itu semakin menguat hingga memunculkan wacana pembubaran DPR. 

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Sahroni mengeluarkan pernyataan yang dianggap merendahkan suara publik. Ia menyebut pihak yang ingin membubarkan DPR memiliki “mental tolol”. Pernyataan ini langsung memicu kemarahan warga dan memantik aksi massa yang berujung penjarahan rumahnya.

Pernyataan Sahroni dinilai memperlebar jurang ketidakpercayaan masyarakat terhadap DPR. Sejumlah pengamat politik menilai, insiden ini menunjukkan tingkat kekecewaan publik terhadap elite politik yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi rakyat.

Di sisi lain, aparat kepolisian menghadapi tantangan untuk mengendalikan situasi di lapangan sekaligus menjaga agar proses hukum tetap berjalan objektif. Polisi memastikan penyelidikan akan terus berlanjut meski belum ada laporan resmi dari Sahroni.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia