Operasi Pasar Tekan Inflasi Beras Jadi 2,31%
JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) mengungkapkan, operasi pasar yang dilakukan terhadap 4000 titik di seluruh Indonesia telah membuahkan hasil. Operasi pasar menekan inflasi beras jadi 2,31% dari sebelumnya 2,37% setelah diterapkan hingga akhir Agustus 2025, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).
Mentan mengatakan operasi pasar telah menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (beras SPHP) sebanyak 1,3 juta ton, yang kini tinggal berfokus separuh dari target 4 ribu titik. Mentan Amran mengatakan, pemerintah terus memastikan operasi pasar tetap berlangsung di 214 kabupaten seluruh Indonesia.
"Kemarin itu adalah awal untuk menggerakkan operasi pasar secara nasional. Alhamdulillah sudah membuahkan hasil, inflasi kita turun dari 2,37% menjadi 2,31%," jelas Mentan Amran saat jumpa pers di kantor Perum Bulog, Selasa (2/9/2025).
Stok 1,3 juta ton yang dipersiapkan untuk operasi pasar sudah mencukupi, kata dia. Sebab, lanjut Amran, program operasi pasar akan terus dilakukan sampai akhir tahun mengingat stok cadangan beras pemerintah (CBP) masih berada di angka 4 juta ton.
"BPS mengumumkan, produksi kita sampai dengan bulan Oktober itu mencapai 31,4 juta ton. Tahun lalu, bulan Desember atau produksi selama 12 bulan, produksinya 30 juta ton," tukasnya.
Menurut Amran, BPS memprediksi produksi beras sampai akhir tahun 2025 ini, 34 juta ton. Dia menyebutkan produksi ini menjadi lompatan tertinggi selama 5-10 tahun terakhir atau berkisar di atas 10%.
"Ini bukan kerjaan kami (Kementan), ini adalah kerjaan seluruh pihak, kita semua, termasuk media, memberikan kritik konstruktif dan semuanya. Karena sukses tidak terjadi tanpa kolaborasi," tegas Amran.
Sebagai informasi, Mentan Amran hadir di acara Perum Bulog guna menerima penghargaan rekor MURI terkait Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan terbanyak dalam sejarah di Indonesia. Selain Mentan Amran, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir dan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal juga menerima penghargaan serupa.
Diketahui, BPS melaporkan produksi beras nasional hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton. Angka ini melampaui kebutuhan konsumsi nasional yang pada periode yang sama diperkirakan sebesar 27,3 juta ton. Dengan capaian ini, menurut perhitungan Amran, Indonesia mencatat surplus produksi beras sekitar 3,7 juta ton.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan capaian ini tidak hanya melampaui total produksi beras sepanjang 2024 yang tercatat sebesar 30,34 juta ton. Di saat yang sama juga menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 12,16% dibandingkan periode Januari-Oktober 2024 yang mencapai 27,67 juta ton.
Peningkatan produksi ini ditopang oleh meluasnya luas panen padi yang kini mencapai 10,22 juta hektare, naik 11,90% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 9,13 juta hektare (Ha).
Mentan Amran menegaskan capaian tersebut merupakan bukti nyata dari keberhasilan strategi optimalisasi lahan yang selama ini dijalankan pemerintah.
“Optimalisasi lahan menjadi kunci sukses peningkatan produksi beras yang signifikan. Dari yang sebelumnya hanya mampu tanam sekali setahun, kini indeks pertanaman padi bisa meningkat menjadi dua hingga tiga kali setahun,” pungkasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





