Kamis, 14 Mei 2026

GMNI Serukan Pengesahan RUU Perampasan Aset saat Demo di DPR Sore Ini

Penulis : Andrew Tito
3 Sep 2025 | 16:53 WIB
BAGIKAN
Rombongan mahasiswa dari GMNI tiba di depan gerbang pintu Gedung MPR-DPR, Rabu (3/9/2025)
Rombongan mahasiswa dari GMNI tiba di depan gerbang pintu Gedung MPR-DPR, Rabu (3/9/2025)

JAKARTA, investor.id - Gelombang aksi unjuk rasa kembali menggema di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025). Kali ini, ratusan mahasiswa dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) turun ke jalan, melanjutkan rangkaian aksi yang sejak pagi telah bergulir di lokasi yang sama.

Rombongan mahasiswa GMNI tiba sekitar pukul 15.00 WIB secara konvoi menggunakan mobil angkutan kota (angkot) mengiringi mobil komando . Sepanjang perjalanan menuju DPR, mereka mengibarkan bendera merah khas GMNI serta menyuarakan semangat perlawanan.

Massa mahasiswa ini membentangkan spanduk bertuliskan “Geruduk Gedung DPR RI” di pagar gerbang DPR. Spanduk lain dibentangkan dengan tulisan: penghapusan tunjangan bagi anggota DPR serta percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

ADVERTISEMENT

Dari atas mobil komando, para orator bergantian menyampaikan tuntutan. Suara lantang mereka dipertegas dengan teriakan yel-yel yang disambut riuh oleh massa.

“Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Merdeka! Merdeka!” seru salah satu komandan aksi melalui pengeras suara, mengobarkan semangat solidaritas di tengah panasnya siang Senayan. 

Tidak hanya GMNI, aksi juga diikuti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Mereka datang dengan mobil komando tersendiri dan menunggu giliran untuk menyampaikan aspirasi setelah aksi GMNI berakhir.

Aksi mahasiswa GMNI sore itu melanjutkan gelombang unjuk rasa yang telah dimulai sejak pagi oleh Aliansi Perempuan Indonesia. Sejak pukul 10.00 WIB, kelompok perempuan dari berbagai organisasi telah melakukan aksi bertajuk “Perempuan Melawan Kekerasan Negara”.

Aksi mereka berlangsung hingga sekitar pukul 13.20 WIB, sebelum akhirnya membubarkan diri dan digantikan oleh massa mahasiswa. 

Dalam tuntutannya, Aliansi Perempuan Indonesia menyoroti praktik represif aparat yang dinilai kerap mengedepankan pendekatan militeristik terhadap masyarakat sipil. Mereka mendesak agar negara segera menghentikan segala bentuk kekerasan yang menimpa rakyat.

“Dalam garis besar, kami menuntut Presiden Prabowo Subianto segera menghentikan segala bentuk kekerasan negara terhadap rakyatnya,” tegas Ika, perwakilan humas Aliansi Perempuan Indonesia.

Dengan hadirnya aksi dari berbagai kelompok di hari yang sama, kawasan DPR RI kembali menjadi pusat perhatian publik. 

Tuntutan mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil menegaskan bahwa kepercayaan terhadap lembaga legislatif dan eksekutif sedang diuji, terutama terkait transparansi penggunaan anggaran dan komitmen penegakan hukum.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia