Jumat, 15 Mei 2026

Tetapkan 12 Tersangka Penjarahan Rumah Uya Kuya, Polisi Terus Kejar Pelaku Lainnya

Penulis : Andrew Tito
6 Sep 2025 | 14:59 WIB
BAGIKAN
Rumah Anggota DPR Surya Utama (Uya Kuya) yang dirusak dan dijarah massa, Sabtu (30/8/2025) malam.
Rumah Anggota DPR Surya Utama (Uya Kuya) yang dirusak dan dijarah massa, Sabtu (30/8/2025) malam.

JAKARTA, investor.id - Polres Metro Jakarta Timur menetapkan 12 orang sebagai tersangka dalam kasus penjarahan rumah mertua Anggota DPR RI nonaktif dari Komisi IX, Surya Utama atau yang lebih dikenal dengan Uya Kuya, di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam aksi tersebut. 

“Dua belas orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Ada yang berperan sebagai provokator, ada yang melakukan penjarahan, dan ada pula yang melakukan penyerangan terhadap petugas,” ujar Alfian kepada wartawan, Sabtu (6/9/2025).

ADVERTISEMENT

Polisi menegaskan, penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap keterlibatan pelaku lain yang hingga kini belum tertangkap.

Sebelumnya, enam orang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka, dan pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, seorang pelaku tambahan berhasil diamankan.

“Penyelidikan tidak berhenti di 12 tersangka ini. Masih ada pelaku lain yang kami buru, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi massa tersebut,” imbuh Alfian. 

Kasus ini bermula pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025, ketika sekelompok massa mendatangi rumah yang ditempati mertua Uya Kuya. Massa merobohkan pagar, menerobos masuk hingga ke lantai dua rumah, dan menjarah sejumlah barang berharga.

Dalam rekaman warga, terdengar suara massa berteriak “hancurkan” sambil merusak perabotan. Sejumlah bagian rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat aksi brutal tersebut.

Aksi penyerangan ini diduga dipicu kemarahan warga atas video yang beredar di media sosial, memperlihatkan Uya Kuya bersama sejumlah anggota DPR berjoget di Gedung MPR/DPR.

Video itu viral karena bertepatan dengan pengumuman kenaikan tunjangan DPR RI, termasuk tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan. 

Momen itu dianggap tidak sensitif di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit, sehingga menimbulkan kemarahan publik.

Menanggapi hal tersebut, Uya Kuya memberikan klarifikasi. Ia menegaskan joget yang dilakukan bersama rekan-rekannya di gedung parlemen tidak ada kaitannya dengan pengumuman kenaikan tunjangan DPR.

“Kami hanya mengikuti irama musik yang dimainkan saat itu. Joget itu semata-mata untuk menghargai musisi yang tampil, bukan bentuk selebrasi atas kenaikan tunjangan,” ujar Uya.

Polisi berkomitmen menindak tegas para pelaku agar kasus serupa tidak terulang. “Kami akan memproses hukum semua pelaku tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh kalah oleh aksi main hakim sendiri,” tegas Alfian.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia