Jumat, 15 Mei 2026

Intip Pandangan Ekonom Tentang Menteri Keuangan Baru

Penulis : Arnoldus Kristianus
8 Sep 2025 | 16:49 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memotret karya kartun yang dipajang dalam pameran kartun berjudul Merdeka Atau Mati Kutu di Tan Art Space, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/8/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU)
Pengunjung memotret karya kartun yang dipajang dalam pameran kartun berjudul Merdeka Atau Mati Kutu di Tan Art Space, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/8/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbhaya Yudhi Sadhewa sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025). Purbhaya resmi menggantikan Sri Mulyani Indrawati untuk masa kerja 2024-2029.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fadhil Hasan mengatakan Purbhaya merupakan sosok berpengalaman sebagai ekonom. Namun, ekonom Indef itu juga menilai Purbhaya belum berpengalaman mengelola keuangan negara.

“Saya kira Purbaya Sadewa merupakan ekonom yang baik, paham persoalan, tetapi dia belum memiliki pengalaman secara langsung mengelola fiskal dan ekonomi secara keseluruhan. Jadi bisa dikatakan dia bukan pilihan terbaik,” ucap Fadhil pada Senin (8/9/2025).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan bila berkaca dari Menkeu sebelumnya Sri Mulyani sudah diakui dan dipercaya terutama oleh dunia usaha dan lembaga internasional berhasil menjaga kebijakan fiskal stabil, prudent, dan berkelanjutan. Dalam hal ini, Indonesia masih merupakan salah satu dari negara yang dipercaya mengelola ekonominya dengan baik dan masih menarik untuk investasi.

Walau dalam beberapa tahun terakhir terutama di masa kedua Jokowi banyak melakukan akomodasi terhadap keinginan Presiden  sehingga mengakibatkan semakin meningkatnya utang publik dan menurunnya kredibilitas kebijakan fiskal sendiri.

Namun yang harus dihindarkan adalah persepsi digantinya SMI adalah karena peristiwa penjarahan terhadap rumahnya karena dianggap kebijakannya tidak pro rakyat. Sebab jika dengan demikian akan mengakibatkan reaksi negatif dari kalangan dunia usaha, pasar dan masyarakat sendiri.

“Siapapun penggantinya saya kira akan mengalami masalah fiskal yang rumit dan sulit,” tutur dia. 

Sebelum menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbhaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada periode 2020-2025,  Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018-September 2020), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016 – Mei 2018).

Ia juga sempat menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015-Juli 2016), Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April 2015-September 2015), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2010-2014).

Di tahun yang sama ia menjabat sebagai Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010-2014), Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan “Pokja IV”, di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-sekarang), Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016-sekarang) dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015-sekarang).

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia