Jumat, 15 Mei 2026

Baru Dilantik, Menkeu Purbaya Minta Maaf Komentari 17+8 Tuntutan Rakyat

Penulis : Celvin Sipahutar
9 Sep 2025 | 22:05 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (Foto: B-Universe/ Celvin Sipahutar)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (Foto: B-Universe/ Celvin Sipahutar)

JAKARTA, investor.id – Baru dilantik, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta maaf atas pernyataannya soal 17+8 Tuntutan Rakyat. Pernyataan Purbaya dinilai tak empati karena tuntutan dari masyarakat sipil itu disebutnya hanya suara sebagian kecil rakyat.

"Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf," kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Purbaya kaget atas hujan kritik yang muncul akibat dari komentarnya itu. Meski demikian, ia mengakui bahwa pernyataannya tersebut tidak tepat dan berkomitmen untuk memperbaiki komunikasi publik.

ADVERTISEMENT

"Kalau saya salah, saya perbaiki, tapi yang jelas maksud saya seperti itu," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga memberikan klarifikasi tuntutan 17+8 bukan suara sebagian kecil rakyat, melainkan suara dari mereka yang kebanyakan merasa kesulitan ekonomi. Oleh karena itu, kata dia, kondisi tersebut penting dipahami pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi hingga menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin.

Dengan segudang pengalaman yang dimiliki sebagai ekonom, Purbaya optimistis dapat mempercepat pemulihan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. "Ada sesuatu yang bisa diperbaiki yang membuat mereka nanti lebih mudah mencari kerjaan. Bukan mereka ya. Semuanya, masyarakat, bisa sejahtera bersama. Itu tujuannya utamanya sebetulnya," papar Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya merespons tuntutan 17+8 dalam konferensi pers seusai pelantikannya sebagai menteri keuangan, pada Senin (8/9/2025). Ia mengaku belum mempelajarinya, tetapi berpendapat tuntutan tersebut datang dari sebagian kecil rakyat.

Dalam tuntutan sektor ekonomi jangka pendek, masyarakat mendesak agar pemerintah memastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja (guru, nakes, buruh, mitra ojek online), mengambil langkah darurat untuk mencegah PHK massal dan melindungi buruh kontrak, serta membuka dialog dengan serikat buruh untuk solusi upah minimum dan outsourcing.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia