Jumat, 15 Mei 2026

DPR Pertanyakan Alasan KPU Tak Buka Data Ijazah Capres-Cawapres ke Publik

Penulis : Ilham Oktafian
15 Sep 2025 | 14:48 WIB
BAGIKAN
Dede Yusuf
Dede Yusuf

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf Macan Effendi mempertanyakan alasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak mengizinkan membuka data ijazah calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) ke publik tanpa persetujuan pemilik ijazah.

Menurut Dede, dokumen yang dimiliki capres dan cawapres merupakan dokumen yang bisa diakses publik. Dia pun heran saat KPU tak mengizinkan akses tersebut. 

"Data pejabat publik itu adalah data yang harus transparan, jadi setiap calon pejabat publik, baik DPR, menteri, presiden, saya pikir itu adalah sebuah data yang harus bisa dilihat oleh semua orang," kata dia.

ADVERTISEMENT

“Orang melamar kerja saja pakai CV, apalagi ini mau melamar jadi pemimpin,” imbuh politikus Partai Demokrat itu.

Dede mengaku bakal memanggil KPU buntut kebijakan tersebut. Kata dia, pihaknya ingin mengetahui alasan mengeluarkan kebijakan terkait ijazah.

"Nanti kita tanyakan, kenapa, argumentasinya apa? kita baru tahu. Kalau nggak dikasih lihat ya kita nggak tahu," ujar dia. 

Sebelumnya, KPU tak mengizinkan membuka data ijazah calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) ke publik tanpa persetujuan pemilik ijazah. 

Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan KPU RI Nomor 731 Tahun 2025 tentang Penetapan Dokumen Persyaratan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam keputusan itu, tertuang 16 dokumen yang tidak bisa dibuka ke publik berkaitan dengan syarat menjadi capres-cawapres. Salah satu dokumen yang tidak bisa dibuka tanpa persetujuan yakni perihal dokumen ijazah.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia