Kamis, 14 Mei 2026

Tambahan Anggaran Kemendag Rp.586,5 M untuk 3 Program Prioritas di 2026

Penulis : Usep Adi Wihanda
17 Sep 2025 | 13:15 WIB
BAGIKAN
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan permintaan tambahan anggaran sebesar Rp 586,5 miliar untuk tahun 2026 akan difokuskan pada pelaksanaan tugas serta program kerja prioritas Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Hal itu disampaikan oleh Mendag Budi usai menghadiri kegiatan wisuda 66 lulusan Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet) di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (17/9).

Dengan tambahan anggaran tersebut, total pagu anggaran Kemendag pada 2026 mencapai Rp1,4 triliun. Mendag Budi mengatakan, tambahan dana itu akan difokuskan pada tiga program prioritas, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan daya saing UMKM agar mampu menembus pasar internasional.

ADVERTISEMENT

“Pasar kita yang besar ini harus bisa diisi oleh industri dalam negeri. Caranya, produk dalam negeri harus memiliki kualitas sehingga mampu bersaing dengan produk asing. Kalau produk kita bagus, produk asing tidak bisa masuk, jadi kembali ke kita semua,” ujar Budi di Tanjungsari, Jawa Barat, Rabu (17/9/2025). 

Seperti diketahui, Komisi VI DPR RI telah menyetujui Pagu Anggaran Kementerian Perdagangan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1,40 triliun. 

Lebih lanjut, Mendag Budi menegaskan program perluasan pasar ekspor juga akan menjadi prioritas. Saat ini, Indonesia telah menyelesaikan sejumlah perundingan perdagangan internasional seperti USEVA, IAIU, Indonesia-Kanada SEVA, Indonesia-BTA, dan Indonesia-Peru SEVA yang ditandatangani pada 11 Agustus lalu. 

“Minggu depan kita umumkan bahwa USEVA sudah selesai. Rencananya akan diumumkan di Indonesia,” terangnya.

Program prioritas ketiga adalah mendorong UMKM agar bisa naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor. Menurut Budi, banyak produk UMKM saat ini sudah masuk ke ritel modern. 

“Ritel modern telah menyerap sekitar di atas 80 persen produk UMKM yang berkualitas. Pasar dalam negeri yang besar ini harus kita isi sendiri, baik oleh industri kecil menengah maupun UMKM kita,” jelas dia.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 43 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 52 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia