Jumat, 15 Mei 2026

Deklarasi 880 Profesor Indonesia Desak Pemerintah Bantu Kemerdekaan Palestina

Penulis : Maria Fatima Bona
21 Sep 2025 | 21:13 WIB
BAGIKAN
Para guru besar dari berbagai kampus di Indonesia saat membacakan pernyataan di Mesjid Ukhuwah Islamiyah, Kampus UI Depok, Jumat (19/9/2025).
Para guru besar dari berbagai kampus di Indonesia saat membacakan pernyataan di Mesjid Ukhuwah Islamiyah, Kampus UI Depok, Jumat (19/9/2025).

JAKARTA, investor.id – Para profesor atau guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia membuat pernyataan sikap mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan luar negeri yang membantu kemerdekaan Palestina.

Sebanyak 880 guru besar ini meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mereformasi Dewan Keamanan yang ada di lembaga tersebut. 

Rektor Universitas Indonesia Prof Heri Hermansyah menyatakan, dukungan para guru besar ini diharapkan dapat mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan kalibrasi kebijakan luar negeri.

ADVERTISEMENT

“Kebijakan luar negeri yang mempertemukan itikad mulia membela Palestina dengan semua tantangan yang ada, serta Indonesia tetap bertekad mengawal dan membersamai bangsa Palestina sampai merdeka,” tuturnya saat membacakan pernyataan sikap tersebut, di Mesjid Ukhuwah Islamiyah, Kampus UI Depok, Jumat (19/9/2025).

Dalam keterangan tertulis diterima, guru besar lain yang turut menandatangani, antara lain Prof M. Mahfud MD, Prof R. Siti Zuhro, Prof Fasli Jalal, Prof Didik J. Rachbini, Prof Nuhfil Hanani, Prof M. Nasih, Prof Widodo, Prof M. Madyan, Prof Suharnomo, Prof Jamaluddin Jompa, Prof Budi Wiweko, Prof Eko Prasojo, Prof Tirta N. Mursitama, Prof Yayan Rahtikawati, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dan Curie Maharani, Ph.D. 

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Prof. Heri, para guru besar meminta pemerintah konsisten mengawal implementasi keputusan Sidang Umum PBB ke-80 hingga terwujudnya negara Palestina yang merdeka.

Selain itu, pemerintah diminta mempertimbangkan rincian legal-formal yang harus disiapkan dan disepakati seperti batas-batas negara, definisi bangsa Palestina, mandat pemerintahan, dan sebagainya.

“Upaya ini membutuhkan komitmen jangka panjang,” ujar Prof Heri.

Prof Heri juga menyebutkan para guru besar juga mendesak agar pemerintah memperjuangkan dengan segera pemberian jaminan keamanan dan keselamatan bagi rakyat Palestina. Hal ini bisa dilakukan melalui pengiriman pasukan perdamaian PBB ke wilayah yang mengalami konflik. 

“Harus diingat, konflik Palestina-Israel pada hakikatnya adalah akibat dari penjajahan, okupasi, pengusiran paksa, serta perampasan wilayah bangsa Palestina oleh zionisme,” tegas Prof Heri.

Para guru besar mendesak pemerintah menolak opsi relokasi penduduk Gaza dengan dalih apapun, termasuk alasan rekonstruksi pasca perang. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia harus memberikan bantuan pengobatan, pendidikan, dan lainnya di luar wilayah Palestina setelah ada jaminan bahwa mereka boleh kembali ke rumahnya.

“Kita juga menuntut pemerintah pendudukan Zionis menghentikan okupasi ilegal di wilayah Palestina, segera keluar dari wilayah yang ditetapkan Resolusi PBB No. 181/1947, dan memberikan pertanggungjawaban atas semua pelanggaran hukum internasional sebagaimana yang diputuskan oleh ICC,” paparnya. 

Dikatakan Heri, pemerintah perlu meningkatkan komitmen dalam mendukung dan memberikan bantuan kepada bangsa Palestina, baik melalui Indonesian Aid, maupun bantuan kemanusiaan, pengobatan, dan pendidikan, hingga perluasan hubungan perdagangan untuk jangka panjang agar dapat membantu negara Palestina merdeka dan mandiri.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia