Sabtu, 4 April 2026

Kuota Dipangkas Jadi 4.000, LPDP Tegaskan Bukan karena Efisiensi, Tapi Kejar Dampak

Penulis : Akmalal Hamdhi
10 Okt 2025 | 17:02 WIB
BAGIKAN
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto, usai acara media gathering Kemenkeu di Bogor, Kamis (9/10/2025). (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto, usai acara media gathering Kemenkeu di Bogor, Kamis (9/10/2025). (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)

BOGOR, investor.id – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menegaskan pemangkasan kuota penerima beasiswa menjadi 4.000 orang pada tahun 2025 dan 2026 bukan disebabkan oleh isu efisiensi anggaran, melainkan upaya menyesuaikan strategi dampak lulusan sesuai arahan Presiden.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto, menjelaskan bahwa pembatasan jumlah awardee ini dilakukan karena pemerintah telah menyalurkan beasiswa dalam jumlah sangat besar pada dua tahun sebelumnya.

“Bukan karena efisiensi, tapi karena di tahun 2023–2024 kita memang mengejar ketertinggalan angka partisipasi pendidikan tinggi. Waktu itu pemerintah menerima jumlah awardee yang sangat besar,” ujar Sudarto saat acara media gathering Kemenkeu di Bogor, Kamis (9/10/2025).

Sudarto menjamin bahwa kondisi keuangan LPDP untuk mendanai pendidikan anak bangsa sangatlah kuat. Hingga saat ini, total dana abadi bidang pendidikan tercatat mencapai Rp 154,11 triliun.

Advertisement

Rincian dana tersebut meliputi Dana Abadi Pendidikan (DAP) sebesar Rp 126 triliun (termasuk untuk beasiswa LPDP). Dana Abadi Penelitian sekitar Rp 12,99 triliun, Dana Abadi Perguruan Tinggi Rp 10 triliun, dan Dana Abadi Kebudayaan Rp 5 triliun.

Kuota Dipangkas Jadi 4.000, LPDP Tegaskan Bukan karena Efisiensi, Tapi Kejar Dampak
Ratusan mahasiswa mengikuti prosesi wisuda sarjana strata satu, dua dan tiga di Auditorium Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (14/8/2025). (ANTARA/Basri Marzuki)

“Tentunya dari sisi pendanaan kita siap. Kuota 4.000 penerima LPDP tahun 2025 dan 2026 sudah kami hitung sesuai arahan presiden,” imbuhnya.

Arahan Presiden Prabowo Subianto yang dimaksud adalah agar lulusan LPDP memiliki dampak yang lebih besar. Oleh karena itu, LPDP saat ini berkoordinasi dengan Kemendikbudristek, Kemenag, BRIN, dan pihak terkait untuk merancang skema beasiswa yang lebih baik. Skema baru ini ditargetkan rampung pada 19 November 2025.

“Kami akan melihat kembali bagaimana skemanya supaya lulusan LPDP semakin berdampak. Mudah-mudahan 19 November sudah bisa kami publikasikan agar semua pihak dapat bersiap untuk bersaing,” tutur Sudarto.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2023, LPDP menerima 9.358 awardee dari 33.396 pendaftar, dan pada 2024, jumlah penerima mencapai 8.592 orang dari 52.842 pendaftar. Dengan proyeksi 78.000 pendaftar di 2025, kuota 4.000 akan membuat persaingan jauh lebih ketat.

Meskipun kuota dipangkas, Sudarto optimistis dan memberikan harapan akan adanya penambahan kuota penerima beasiswa LPDP mulai tahun 2027 mendatang.

Tips Lolos Beasiswa LPDP

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 10 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 19 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 56 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia