Demi Keselamatan, Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Hentikan Keberangkatan Haji 2026
JAKARTA, investor.id - Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang meminta pemerintah membuat maklumat khusus untuk menghentikan keberangkatan haji 2026. Hal ini untuk mengansitipasi konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran semakin buruk dan meluas.
Politisi PKB tersebut beralasan, saat ini eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tak bisa diprediksi. Dikhawatirkan, jemaah haji terancam bahaya saat berangkat maupung bertolak dari Arab Saudi.
Marwan lantas menyinggung kejadian Bandara Internasional Dubai yang terkena serangan rudal Iral hingga menyebabkan kerusakan di salah satu gedung terminal utamanya.
"Pemerintah harus membuat maklumat baru selain maklumat kemarin yang menghimbau tidak berangkat, nyatanya kan berangkat. Kalau sudah berangkat langkah-langkahnya apa," ujarnya kepada wartawan Jumat (6/3/2026).
Menurut Marwan, maklumat tersebut dapat diajukan ke pemerintah Arab Saudi mengingat hingga saat ini belum ada pemberhentian ibadah haji buntut konflik di Iran.
Langkah membuat maklumat tersebut, menurutnya dimungkinkan terjadi mengingat pemerintah pernah mengeluarkan maklumat pemberhentian haji saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Selain maklumat, Marwan juga mengusulkan agar pemerintah menyiapkan skenario lain apabila jemaah haji tetap diberangkatkan. Salah satunya yakni mengubah rute penerbangan melewati Afrika.
Disampaikan oleh Marwan, apabila pemerintah mengambil langkah tersebut maka harus berkoordinasi dengan sejumlah lembaga maupun penyedia layanan jemaah haji.
"Pemerintah kita akan dorong untuk berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk yang tadi, kalau loss layanan yang sudah dibayar itu ada penerbangan, ada hotel, ada konsumsi, kemudian ada Masyair yang di Armuzna," ujarnya.
"Karena itu akan berat sekali dari sisi keuangan haji tahun depan berangkat, tentu jemaah yang sekarang nih berangkat, sementara uangnya sudah habis, itu pemerintah harus berhasil meyakinkan berbagai pihak," imbuh dia.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






