Sabtu, 4 April 2026

Demi Keselamatan, Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Hentikan Keberangkatan Haji 2026

Penulis : Ilham Oktafian
6 Mar 2026 | 18:46 WIB
BAGIKAN
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang. (B-Universe/Ilham Oktafian)
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang. (B-Universe/Ilham Oktafian)

JAKARTA, investor.id - Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang meminta pemerintah membuat maklumat khusus untuk menghentikan keberangkatan haji 2026. Hal ini untuk mengansitipasi konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran semakin buruk dan meluas.

Politisi PKB tersebut beralasan, saat ini eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tak bisa diprediksi. Dikhawatirkan, jemaah haji terancam bahaya saat berangkat maupung bertolak dari Arab Saudi. 

Marwan lantas menyinggung kejadian Bandara Internasional Dubai yang terkena serangan rudal Iral hingga menyebabkan kerusakan di salah satu gedung terminal utamanya.

Advertisement

"Pemerintah harus membuat maklumat baru selain maklumat kemarin yang menghimbau tidak berangkat, nyatanya kan berangkat. Kalau sudah berangkat langkah-langkahnya apa," ujarnya kepada wartawan Jumat (6/3/2026).

Menurut Marwan, maklumat tersebut dapat diajukan ke pemerintah Arab Saudi mengingat hingga saat ini belum ada pemberhentian ibadah haji buntut konflik di Iran.

Langkah membuat maklumat tersebut, menurutnya dimungkinkan terjadi mengingat pemerintah pernah mengeluarkan maklumat pemberhentian haji saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Selain maklumat, Marwan juga mengusulkan agar pemerintah menyiapkan skenario lain apabila jemaah haji tetap diberangkatkan. Salah satunya yakni mengubah rute penerbangan melewati Afrika.

Disampaikan oleh Marwan, apabila pemerintah mengambil langkah tersebut maka harus berkoordinasi dengan sejumlah lembaga maupun penyedia layanan jemaah haji. 

"Pemerintah kita akan dorong untuk berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk yang tadi, kalau loss layanan yang sudah dibayar itu ada penerbangan, ada hotel, ada konsumsi, kemudian ada Masyair yang di Armuzna," ujarnya.

"Karena itu akan berat sekali dari sisi keuangan haji tahun depan berangkat, tentu jemaah yang sekarang nih berangkat, sementara uangnya sudah habis, itu pemerintah harus berhasil meyakinkan berbagai pihak," imbuh dia.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 23 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 33 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia