Sabtu, 4 April 2026

Tanggapan Mensesneg Soal Usulan MBG Lima Hari Sepekan

Penulis : Arnoldus Kristianus
27 Mar 2026 | 17:17 WIB
BAGIKAN
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1/2026). (Foto: ANTARA/ Mentari Dwi Gayati)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1/2026). (Foto: ANTARA/ Mentari Dwi Gayati)

JAKARTA, investor.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara tentang rencana pengurangan hari pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam kali menjadi lima kali dalam satu minggu. Dia mengatakan, sampai saat ini pemerintah sedang menggodok lebih lanjut terkait rencana tersebut.

“Sedang kita finalkan,” ungkap Prasetyo di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (27/3/2026).

Saat ini pemerintah sedang menyisir anggaran seluruh kementerian/lembaga (K/L). Hal ini dilakukan agar dapat meredam dampak konflik di Timur Tengah. Pasalnya, konflik yang terjadi dikhawatirkan berimbas pada kenaikan harga minyak dan ikut mempengaruhi alokasi belanja negara. Saat ini nilai anggaran belanja negara yang sudah direalokasi mencapai Rp81 triliun.

Advertisement

“Itu kan bagian dari semua yang saya sisir,” imbuh Prasetyo.

Ide pengurangan hari pelaksanaan MBG berasal dari Badan Gizi Nasional. Dengan adanya pengurangan hari pelaksanaan ini diperkirakan akan menghemat anggaran hingga Rp 40 triliun.

Secara terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pemangkasan anggaran MBG dapat dilakukan untuk alokasi belanja yang kurang produktif. Namun dia memastikan bahwa meski ada efisiensi tetapi alokasi belanja terkait makanan tidak akan dikurangi,

“Mereka (BGN) melakukan efisiensi sendiri. Lalu mereka menanyakan ke saya. Selama ada efisiennya, saya setuju saja. Dan tidak mengurangi kualitas makanannya sendiri,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Mengenai efisiensi anggaran belanja, Purbaya mengatakan efisiensi dilakukan dalam tiga tahap. Dengan adanya efisiensi anggaran ini maka anggaran yang tadinya digunakan untuk belanja-belanja non produktif dapat digunakan untuk belanja yang lebih prioritas dan memberikan daya dorong besar ke perekonomian.

“Di seluruh kementerian ada efisiensi. Ada tiga tahap. Pokoknya yang ketiga itu kita desain bisa menutupi kekurangan anggaran yang ada,” tutur Purbaya.
 

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 9 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 35 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 38 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 51 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia