Jumat, 15 Mei 2026

Prestasi Wushu Indonesia di Kejuaraan Dunia Meningkat

Penulis : Investor
19 Nov 2015 | 11:20 WIB
BAGIKAN

JAKARTA - Prestasi wushu Indonesia meningkat signifikan dalam Kejuaraan Dunia Wushu 2015 di Istora Senayan, Jakarta, 13-18 November.



Bertindak sebagai tuan rumah, kontingen Indonesia berhasil meraih peringkat kedua dengan memperoleh 7 emas, 3 perak, dan 6 perunggu dan berada di bawah Tiongkok yang kembali menjadi juara umum dengan raihan 13 medali emas.

ADVERTISEMENT



Ketua Umum PB Wushu Indonesia, Supandi Kusuma, mengatakan belum pernah Indonesia meraih prestasi sebagus ini. Sebelumnya di Kuala Lumpur, Malaysia 2013 hanya mampu merebut 1 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu.



“Kami bangga sekali dengan raihan yang didapat oleh atlet wushu Indonesia kali ini melebihi target yang dibebankan masuk dalam daftar 10 besar pengumpulan medali. Hasil ini menuntut kami untuk lebih bekerja keras lagi untuk ajang berikutnya. Kami ingin teknik atlet Indonesia lebih baik , lebih maju, dan lebih ditingkatkan lagi,” ungkapnya pada penutupan acara di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (18/11).



Pemilik Yayasan Kusuma Wushu Indonesia ((YKWI) yang tahun ini melahirkan tiga juara dunia yaitu Lindsell Kwok, Charles Sutanto, dan Juwita Niza Wasni itu menambahkan, lonjakan prestasi wushu Indonesia juga mendapatkan apresiasi dari sejumlah pelatih dan ofisial Tiongkok yang selalu mengantarkan kontingen Negeri Tirai Bambu itu menjadi juara umum Kejuaraan Dunia.



Atlet disiplin sanda (tarung) kelas 56 kg putra, Yusuf Widianto menjadi penutup raihan medali emas Indonesia pada hari terakhir penyelenggaraan Kejuaraan DUnia Wushu dengan mengalahkan atlet Vietnam Van Bau To, melalui pertarungan tiga ronde yang ketat. Ini merupakan medali emas pertama Yusuf yang baru pindah ke kategori senior.



Kesuksesan Yusuf, sayangnya tidak mampu diikuti oleh dua wakil Indonesia lainnya pada final disiplin sanda. Di kelas 60 kg putri, Moria Manalu yang tahun lalu menjadi juara dunia dalam Piala Dunia Sanda, kini harus puas hanya meraih perak setelah ditaklukkan atlet Iran Sedigheh Dariaeivarkadeh. Pada kelas 48 kg putra, Yosef Pau Neonub juga hanya meraih perak setelah takluk dari atlet Tiongkok Ji Hui Zhu.



Usai Kejuraan Dunia kali ini, Supandi berjanji akan terus meningkatkan kualitas teknik atlet wushu Indonesia. Ada dua cara yang menurutnya bisa dilakukan untuk memoles teknik atlet Indonesia, yaitu mendatangkan pelatih asing asal Tiongkok atau membawa atlet Indonesia berlatih di negara asal olahraga wushu itu.



“Kami ingin atlet Indonesia punya atlet yang mumpuni. Misalnya saja dari segi lompatnya, kalau atlet Tiongkok bisa melakukan lompatan hingga 720 derajat, kami ingin atlet Indonesia, khususnya pada taolu (seni) bisa melakukannya juga. Keandalan atlet-atlet Indonesia jelas mengagetkan tim Tiongkok yang keluar menjadi juara umum,” tutup Supandi. (H-15/sp)

Sumber : Suara Pembaruan

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia