Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Ambles Kena Trading Halt, Wamen Investasi: Gak Ada Masalah

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Mar 2025 | 18:17 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal(BKPM) Todotua Pasaribu di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Selasa (18/3/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal(BKPM) Todotua Pasaribu di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Selasa (18/3/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu buka suara tentang kondisi penghentian perdagangan (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (18/3/2025). Menurut dia, tekanan di pasar saham itu adalah hal yang biasa terjadi dalam kegiatan investasi.

“Gak ada masalah, yang namanya market kan kondisionalnya banyak. Kita bicara pasar saham itu kan kondisionalnya bisa (dari) dalam, global. Secara internal negara kita maupun kondisional global,” ucap Todotua kepada awak media di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Selasa (18/3/2025).

Dia bolang, guna menjaga ekspektasi perekonomian domestik maka pemerintah terus menjaga fundamental perekonomian domestik. Khususnya yang terkait dengan upaya mendorong realisasi investasi di dalam negeri dengan cara melakukan percepatan realisasi investasi, khususnya investasi dalam hilirisasi. Pemerintah juga mengoptimalkan kinerja PT Daya Agata Nusantara (Danantara) untuk mempercepat realisasi investasi.

ADVERTISEMENT

“Kami sadar betul bahwa resources kita punya, kita punya juga adalah potensial market yang besar, dan secara positioning kita juga secara global itu sangat strategik. Jadi yang paling penting itu adalah konsistensi dalam pelaksanaan program yang sudah dicanangkan dan direncanakan oleh pemerintah,” terang Todotua.

Dia mengatakan kegiatan investor dilakukan berdasarkan kepercayaan. Oleh karena itu, pemerintah juga melakukan sejumlah perbaikan regulasi, mulai dari konsisten menjalankan penegakan hukum, dan membenahi hal-hal yang menghambat laju investasi.

“Saat ini pelaksanaan penegakan hukum, yang sudah mulai kita endorse dengan lebih baik. Lalu penataan, perencanaan, dan konsep untuk investasi dan hilirisasi. Hal ini yang dilihat market depannya. Apabila pemerintah konsisten dalam menjalankan ini semua, saya pikir akan lebih baik,” tegas Todotua.

Sebagai informasi, BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di BEI pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu IHSG mencapai 5%, Pembekukan sementara itu dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

BEI menyebut, perdagangan saham akan dibekukan selama 30 menit dan setelah itu akan dilanjutkan lagi. Perdagangan akan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia