Laba Bandar Nikel Diramal Naik 355%, Cuan Saham Minimal 30%
JAKARTA, Investor.id - Laba bersih PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diprediksi naik hingga 355% tahun 2026, setelah perseroan mengamankan kuota produksi nikel 8 juta ton. Ini akan menjadi amunisi bagi saham INCO untuk melambung menuju target harga tinggi.
Berdasarkan riset CLSA, INCO berniat menambang dan menjual habis kuota itu pada semester I-2026. Ini memunculkan proyeksi perseroan bakal mengajukan lagi tambahan kuota lebih tinggi pada pertengahan tahun.
“INCO punya rencana produksi yang agresif, sehingga ada potensi penambahan kuota tahun ini. Alhasil, laba bersih perseroan berpeluang naik hingga tiga kali,” tulis CLSA dalam risetnya, dikutip pada Senin (16/2/2026).
Baca Juga:
Ada yang Lego Saham NAYZSementara itu, Macquarie mencatat, revisi kuota bagi INCO juga terbuka lebar. Sebab, proyek HPAL Bahodopi dan Sorowako belum siap, sedangkan proyek Sorowako sudah mendapatkan persetujuan penuh.
Broker ini menurunkan proyeksi penjualan bijih nikel INCO menjadi 8,5 juta ton tahun ini, yang hanya satu jenis yakni saprolit. Tadinya, proyeksi penjualan nikel INCO mencapai 13 juta ton, terdiri atas saprolit 5 juta ton dan limonit 8 juta ton.
“Tetapi, dampak dari perubahan ini terbatas, karena ASP bijih nikel limonit tiga kali lebih besar dari saprolit. Kami juga memangkas proyeksi produksi nikel matte INCO menjadi 61 ribu ton dari 71 ribu ton,” tulis Macquarie.
Laba dan Target Harga
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






