Spektrum Frekuensi Radio Perlu Diefisienkan
BEIJING - Pemerintah bersama pemangku kepentingan lainnya diminta mengefisienkan spektrum frekuensi radio.
"Efisien tersebut mesti tercermin baik dari sisi teknis, ekonomi, hingga fungsionalnya," kata pakar telekomunikasi ITB, Joko Suryana meminta di sela mengikuti kunjungan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) di Beijing, Kamis.
Efisiensi teknis, lanjutnya, diukur dari besaran bit per Herzt atau pengguna per MHz. Sedangkan efisiensi sisi ekonomi dilihat dari pendapatan per MHz atau nilai tambah. "Semakin tinggi keekonomiannya maka makin tinggi efisiensinya," katanya.
Sisi fungsional, lanjutnya, terlihat dari apakah pemegang lisensi benar-benar memanfaatkan spektrumnya.
Joko yang ahli dalam bidang "wireless" tersebut mencontohkan, pemerintah mesti melihat pemanfaatan spektrum 700 MHz yang saat ini digunakan televisi analog.
"Setelah spektrum 700 MHz digunakan buat TV digital, maka sisanya bisa dilelang untuk LTE (long term evolution) atau 4G," katanya.
Menurut dia, dengan penataan kembali, spektrum 700 MHz masih bisa digunakan untuk LTE setidaknya bagi tiga operator besar.
Ia juga menambahkan, saat ini, frekuensi LTE yang digunakan sejumlah operator dunia ada di empat pita yakni 700, 1.800, 2.100, dan 2.600 MHz.
"Hanya saja permasalahannya, frekuensi itu di Indonesia sudah penuh digunakan baik oleh operator seluler maupun perusahaan penyiaran dan tidak ada alokasi yang kosong untuk LTE," katanya.
Di tambah lagi, hingga saat ini, belum ada regulasi khusus mengenai LTE.
General Manajer Perencanaan Teknologi Strategis Telkomsel Pratignyo Arif Budiman mengatakan, secara teknis, frekuensi yang terbaik untuk LTE berada di 2.600 MHz.
"Frekuensi 2.600 MHz terbanyak digunakan operator dunia untuk LTE. Jadi, ekosistemnya sudah mendukung, sehingga Indonesia bisa mendapat manfaat ekonominya," katanya.
Hanya saja, lanjutnya, saat ini, pita 2.600 MHz sudah dipakai satu perusahaan TV berbayar dengan lebar frekuensi hingga 150 MHz.
Padahal, kalau pemerintah mau menata kembali frekuensi tersebut, maka bisa dipakai tujuh operator dengan alokasi 20 MHz dan akan memberikan pendapatan lelang hingga miliaran rupiah.
Ia menambahkan, Telkomsel sudah siap mengaplikasikan LTE dan tinggal menunggu regulasi spektrum dari pemerintah.
LTE memiliki keunggulan antara lain biaya operasional dan investasi yang lebih murah dibandingkan teknologi sebelumnya. Selanjutnya, mampu memberikan layanan data yang lebih cepat, terjaminannya keamanan seperti dari penggandaan dan gangguan sinyal, dan ekosistem yang juga telah mendukung.
Sampai Juli 2011, sudah terdapat 24 operator di seluruh dunia yang menggunakan teknologi LTE. Telkomsel juga sudah melakukan uji coba dengan empat mitra yakni Huawei, Ericsson, Nokia Siemens Networks, dan ZTE. (tk/ant)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

